ANALIS MARKET (03/11/2025): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak di Zona Hijau
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (31/10), IHSG ditutup melemah -20,19 poin (-0,25%) ke level 8.163,88.
Pelemahan tersebut seiring adanya profit taking investor dan adanya depresiasi nilai tukar rupiah.
Dari eksternal, pertemuan Trump-Xi Jinping berakhir dengan kesepakatan AS untuk menurunkan tarif atas barang-barang China, sedangkan Beijing berjanji untuk membatasi ekspor fentanyl, meningkatkan pembelian kedelai AS, dan menunda pembatasan ekspor logam langka.
Sebagai catatan, sepanjang bulan Oktober 2025, kinerja IHSG berhasil menguat +1,28% dengan sektor penopangnya adalah sektor Properties (+14,60%), Transportations (+7,78%), dan Consumer Cyclicals (+6,11%).
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, seperti DJIA (+0,09%), S&P 500 (+0,26%), & Nasdaq (+0,61%).
Penguatan tersebut didorong kenaikan signifikan saham Amazon yang naik +10,8%, setelah perusahaan melaporkan pendapatan dari divisi cloud tumbuh +20% di kuartal ketiga, melampaui perkiraan pasar yang secara luas mengangkat sektor teknologi.
Di saat yang sama, optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI), dengan saham Palantir dan Oracle masing-masing naik +3% dan +2,8%, serta Nvidia yang juga menguat.
Kemudian, Netflix naik +2,9% pasca pengumuman pemecahan saham, sedangkan Tesla naik +3,1%.
Di sisi lain, kinerja saham energi bercampur: Chevron naik +1,9% karena laba yang lebih kuat, tetapi Exxon Mobil turun -1,5% akibat penurunan laba.
Meta turun -2,7% dan telah kehilangan hampir 15% nilai sejak mengumumkan peningkatan belanja modal (capex) untuk tahun depan.
Sebagai catatan, sepanjang bulan Oktober 2025, kinerja DJIA (+2,51%), S&P 500 (+2,27%), & Nasdaq (+4,70%).
“Menyikapi beragam kodisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak di zona hijau seiring adanya optimisme perbaikan ekonomi sepanjang Q4-2025,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (03/11).

