Indeks Kospi Terjun 3,81 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 159,06 poin, atau sekitar 3,81 persen, pada Jumat (14/11/2025), menjadi 4.011,57.

Volume perdagangan moderat mencapai 396,5 juta saham senilai 17,9 triliun won atau sekitar US$12,3 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 717 berbanding 169.

Angka indeks terjun dipicu keraguan para investor akan terjadinya pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada bulan depan.

“Perubahan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed membebani saham dan sektor teknologi. Pasar saham global mengalami teknanan, terutama akibat kekhawatiran bubble di sektor kecerdasan buatan,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 2,4 triliun won dan 900,2 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 3,2 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 5,45 persen dan 8,5 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution dan perusahaan operator portal internet Naver masing-masing anjlok 4,44 persen dan 4,52 persen, sedangkan saham perusahaan otomotif Hyundai motor merosot 2,15 persen.

Saham perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy Industries melonjak 3,17 persen dipicu ekspektasi kerjasama lanjutan pembangunan kapal dengan Amerika Serikat.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 10,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.457 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,88 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 118,9 poin, atau sekitar 1,36 persen, menjadi 8.634,5. Bursa saham di Asia Tenggara melemah, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 39,01 poin, atau sekitar 0,97 persen, menjadi 3.990,49. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 500,57 poin, atau sekitar 1,85 persen, menjadi 26.572,46.