Tingkatkan Literasi Pasar Modal, OJK Edukasi Perempuan di Jambi

Foto : Dok. OJK

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus mendorong peningkatan literasi Pasar Modal pada kaum perempuan, yang memiliki peranan penting dalam pengelolaaan aset dan keuangan keluarga sebagai komitmen OJK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor Pasar Modal.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Perempuan Jambi Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal (Jambi Besamo – Jambi Berinvestasi Saham di Pasar Modal) di Kantor Gubernur Jambi, Jumat (17/5).

"Sosialisasi, edukasi, dan aksesibilitas informasi yang baik kepada perempuan dapat menjadi kunci dalam mewujudkan partisipasi yang lebih besar dalam iklim investasi di Pasar Modal," ucap Inarno, seperti dilansir dalam siaran pers, Sabtu (18/5).

Ditambahkan, “Peran seorang perempuan dalam sebuah keluarga, baik sebagai istri maupun seorang Ibu sangatlah penting dan vital untuk menjaga aset dan mengelola keuangan keluarganya.” 

Lebih lanjut Inarno menyampaikan permintaan, agar masyarakat tetap waspada terhadap banyaknya penipuan berkedok investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Satu kesamaan yang melatarbelakangi semua kejadian penipuan investasi ini, adalah keinginan para korban untuk mendapatkan uang dan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat dan dengan upaya seminimal mungkin. Ditambah lagi, para korban memiliki pengetahuan yang kurang memadai mengenai produk investasi yang ditawarkan,” kata Inarno.

Sebelumnya, Inarno juga menghadiri kegiatan Kuliah Umum di Universitas Jambi yang dihadiri oleh 2.000 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Kedua kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Sosialisasi Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) yang diselenggarakan pada tanggal 15 - 17 Mei 2024 merupakan program inisiatif OJK yang bersinergi dengan Self-Regulatory Organization (SRO).

Program ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai tingkat literasi keuangan sebesar 50 persen dan inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Gubernur Jambi yang diwakili oleh Wakil Gubernur Abdullah Sani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungannya dalam kegiatan sosialisasi dalam rangka memajukan stabilitas sistem keuangan daerah.

“Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung kegiatan ini dalam rangka edukasi meningkatkan pemahaman atau literasi teerkait kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan tepat melalui pasar modal. Melalui literasi keuangan, maka stabilitas sistem keuangan kesejahteraan masyarakat dan daerah dapat tercapai,” kata Abdullah.

Selain itu, lanjut Abdullah, diharapkan kegiatan ini dapat memajukan literasi perempuan dalam pengelolaan keuangan guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kita juga berharap bahwa kegiatan ini bisa meningkatkan literasi perempuan dalam investasi di Pasar Modal yang akan membawa pengaruh terhadap cara pengelolaan dan pengambulan keputusan tentang keuangan yang baik sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” tandas Abdullah.