Benjie Yap Lapor UNVR Kuras Kas Sebesar Rp184,4 Miliar Pada Kuartal I 2024

Foto : Dok. UNVR

Pasardana.id PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR) menguras kas untuk aktivitas operasi sedalam Rp184,46 miliar sepanjang kuartal I 2024.

Pasalnya, penerimaan dari pelanggan sebesar Rp9,206 triliun pada kuartal I 2024. Tapi pada saat yang sama, UNVR membayar kepada pemasok Rp7,886 triliun.

Selain itu, pembayaran untuk beban jasa dan royalty tercatat sebesar Rp659,33 miliar.

Ditambah, pembayaran remunerasi Direksi dan karyawan sebesar Rp513,4 miliar dan pembayaran pajak penghasilan sebesar Rp275,1 miliar.

Namun, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,448 triliun sepanjang kuartal I 2024, atau tumbuh dibanding periode sama tahun 2023 yang tercatat Rp1,405 triliun.

Seiring dengan itu, laba per saham dasar terdongkrak ke level Rp38 per lembar pada akhir Maret 2024. Sedangkan pada akhir Maret 2023 berada di level Rp37 per helai.

Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap melaporkan penjualan bersih sebesar Rp10,079 triliun pada kuartal I 2024.

Hasil itu menyusut 4,9 persen dibanding kuartal I 2023 yang mencapai Rp10,604 triliun.

Pasalnya, penjualan ke pasar dalam negeri merosot 4,9 persen secara tahunan menjadi Rp9,793 triliun pada kuartal I 2024.

Senasib, nilai ekspor tercatat turun 14,1 persen secara tahunan menjadi Rp286,45 miliar.

Walau harga pokok penjualan dapat ditekan 6,1 persen secara tahunan menjadi Rp5,046 triliun pada kuartal I 2024. Tapi laba kotor tetap tergerus 3,7 persen  secara tahunan menjadi Rp5,032 triliun.

Menariknya, laba usaha tumbuh merambat 1,2 persen secara tahunan menjadi Rp1,881 triliun pada kuartal I 2024.

Salah satu penopangnya, beban umum dan administrasi yang turun 24,7 persen secara tahunan menjadi Rp778,82 miliar.

Terlebih, beban keuangan menyusut 40,7 persen secara tahunan menjadi Rp24,712 miliar pada kuartal I 2024.

Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan tumbuh 2,3 persen secara tahunan menjadi Rp1,859 triliun.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2024 tanpa audit UNVR yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/4/2024).

Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 1,62 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp13,498 triliun pada akhir Maret 2024.

Pada sisi lain, total ekuitas naik 43,2 persen dbanding akhir tahun 2023 menjadi Rp4,844 triliiun pada akhir Maret 2024.