Benjie Lapor Laba UNVR Turun 10 Persen Tahun 2023

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR) mencatatkan laba sebesar Rp4,8 triliun pada tahun 2023, atau turun 10,5 persen persen dibanding tahun 2022 yang terbilang Rp5,3 triliun.  

Dampaknya, laba per saham dasar melorot ke level Rp126 per lembar pada akhir tahun 2023, sedangkan di akhir tahun 2022 berada di level Rp141 per helai.

Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap melaporkan, selama setahun penuh tahun 2023 meraup penjualan Rp38,611 triliun.

Hasil itu turun 7,3 persen dibanding tahun 2022 yang mencapai Rp41,2 triliun.  

Pasalnya, penjualan ke pasar dalam negeri melorot 5,07 persen secara tahunan menjadi Rp37,408 triliun.

Senasib, nilai ekspor turun 30,8 persen menjadi Rp1,203 triliun.  

Menariknya, harga pokok penjualan dapat ditekan sedalam 12,2 persen secara tahunan menjadi Rp19,416 triliun pada akhir tahun 2023.

Alhasil, laba kotor terkerek 0,68 persen menjadi Rp19,194 triliun.

Sayangnya, beban pemasaran dan penjualan melambung 6,4 persen secara tahunan menjadi Rp8,995 triliun pada akhir tahun 2023.

Kian tertekan, beban umum dan administrasi membengkak 10,5 persen menjadi Rp3,919 triliun.

Dampaknya, laba usaha terpangkas 11,16 persen menjadi Rp6,279 triliun.  

Terlebih, biaya keuangan naik 23,5 persen secara tahunan menjadi Rp105,97 miliar pada tahun 2023.

Akibatnya, laba sebelum pajak penghasilan menyusut 11,3 persen menjadi Rp6,201 triliun.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2023 telah audit emiten barang cepat terjual itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/2/2024).

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp13,282 triliun pada tahun 2023.

Pada sisi lain, total ekuitas menyusut 15,4 persen secara tahunan menjadi Rp3,381 triliun pada akhir tahun 2023.