ANALIS MARKET (16/4/2024) : IHSG Diperkirakan Cenderung Terkoreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan sebelumnya (5/4), IHSG ditutup menguat 32,48 poin (+0,45%) ke level 7.286,88.

IHSG menguat didorong oleh penguatan beberapa saham big cap seperti BREN, AMMN, ASII, dan DSSA.

Dari sisi data ekonomi, Posisi Cadangan Devisa Indonesia (Maret-24) tetap tinggi sebesar US$140,4 miliar, meski turun dibandingkan US$114,0 miliar (Feb-24).

Kemudian, nilai tukar Rupiah menguat 0,21% terhadap dollar AS menjadi Rp15.873 (JISDOR).

Dari eksternal, Klaim Pengangguran Awal AS (pekan yang berakhir 30/3/2024) tercatat 221 ribu, di atas ekspektasi (213 ribu).

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,65%), S&P 500 (-1,20%), dan Nasdaq (-1,79%).

Para investor mencerna penjualan ritel AS di bulan Maret yang naik lebih dari yang diperkirakan (0,7%; Mar-24, exp 0,4%), menunjukkan bahwa suku bunga mungkin akan tetap stabil untuk waktu yang lebih lama dari yang diantisipasi.

Selain itu, kekhawatiran tentang potensi pembalasan Israel membebani pasar, setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran ke Israel selama akhir pekan.

Dari sisi Perusahaan, Tesla turun 5,6% setelah ada berita bahwa perusahaan akan memberhentikan lebih dari 10% tenaga kerja globalnya.

Apple turun 2,2% dan Salesforce turun 7,3% setelah laporan bahwa perusahaan cloud ini sedang dalam pembicaraan untuk membeli Informatica.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung terkoreksi seiring naiknya tensi geopolitik (Israel vs Iran), pelemahan nilai tukar Rupiah, dan ditahannya suku bunga di level tinggi lebih lama dari ekspektasi sebelumnya. Investor hari ini akan mencermati rilis data Neraca Perdagangan (Mar-24) dan Laporan Konsumen Indonesia (Mar-24),” beber analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (16/4).