ANALIS MARKET (29/2/2024) : IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan, 6 Saham Ini Bisa Jadi Pilihan Trading

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup naik 0.59% diperdagangan kemarin (28/2), disertai dengan net buy asing sebesar Rp186 Miliar.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BBRI, ITMA, INKP dan INCO.

Sementara itu, Indeks utama Wall Street turun tipis pada Rabu (29/2), sehari menjelang rilis data inflasi yang dapat mempengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga dari The Fed. Dow Jones turun 0,06% menjadi 38.949,02, indeks S&P 500 melemah 0,17% menjadi 5.069,76, dan Nasdaq Composite kehilangan 0,55% menjadi 15.947,74. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, diperkirakan menunjukkan harga naik 0,3% lebih tinggi MoM di bulan Januari. Pasar saham telah berjuang untuk mempertahankan momentum kenaikan dalam beberapa hari terakhir menjelang rilis data tersebut setelah reli panjang mencapai puncaknya minggu lalu. Bursa efek terangkat oleh potensi kecerdasan buatan (AI) yang dipicu oleh pendapatan kuartalan Nvidia. Pendorong lainnya, harga saham UnitedHealth turun 2,95% sebagai hambatan terbesar pada Dow Jones dan salah satu yang terbesar pada S&P 500. Harga saham pemasok peralatan semikonduktor Applied Materials turun 2,62% di tengah berita bahwa mereka menerima panggilan pengadilan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada bulan Februari. Harga saham Beyond Meat melonjak 30,72%.

Di sisi lain, Bursa Asia-Pasifik ditutup turun pada perdagangan Rabu (28/2), karena investor masih menanti rilis data utama inflasi Amerika Serikat (AS) dan China pada pekan ini. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,08%, Straits Times Singapura terkoreksi 0,58%, dan ASX 200 Australia turun tipis 0,03%. Sedangkan Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite China merosot masing-masing 1,51% dan 1,91%. Sementara hanya indeks KOSPI Korea Selatan yang naik 1,04%. Hasil PMI manufaktur China dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS akan dirilis pada Kamis waktu AS, sehingga investor masih cenderung wait and see. Di lain sisi, bursa Asia-Pasifik yang cenderung melemah terjadi di tengah beragamnya bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kemarin.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (29/2), Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman memperkirakan, “Hari ini IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan. Level resistance 7280-7300 dan support 7350-7400.”

Lebih lanjut disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, Kamis (29/2), yaitu; BBRI, PGAS, ALII, JSMR, BBTN, dan HOKI.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Kamis (29/2):

1.BBRI: Spec Buy

Beli di 6100, cutloss jika break di bawah 6025.

Jika tidak break di bawah 6025, potensi naik ke 6300-6425 short term.

2.PGAS: Spec Buy

Beli di 1115, cutloss jika break di bawah 1100.

Jika tidak break di bawah 1100, potensi naik ke 1130-1140 short term.

3.ALII: Spec Buy

Beli di 770, cutloss jika break di bawah 740.

Jika tidak break di bawah 740, potensi naik ke 800-825 short term.

4.JSMR: Spec Buy

Beli di 5325, cutloss jika break di bawah 5250.

Jika tidak break di bawah 5325, potensi naik ke 5475-5600 short term.

5.BBTN: Spec Buy

Beli di 1440, cutloss jika break di bawah 1420.

Jika tidak break di bawah 1420, potensi naik ke 1475-1485 short term.

7.HOKI: Spec Buy

Beli di 177, cutloss jika break di bawah 174. Jika tidak break di bawah 174, potensi naik ke 186-190 short term.