ANALIS MARKET (01/3/2024) : IHSG Masih Berpotensi Bergerak Sideways Cenderung Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup turun 0.17% diperdagangan kemarin (29/2), disertai dengan net sell asing sebesar Rp639 Miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BMRI, CUAN, dan PGAS.

Sementara itu, Wall Street Rebound. Wall Street menguat pada hari Kamis (29/2), terangkat oleh Nvidia dan saham teknologi lainnya yang terkait dengan artificial intelligence (AI). Keuntungan yang diraih perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Microsoft telah memicu reli baru di Wall Street di tengah optimisme lebih lanjut terhadap AI. Dow Jones menguat 0,12% ke 38.996,39, indeks S&P 500 naik 0,52% menjadi 5.096,26, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,90% menjadi 16.091,92. Harga saham Nvidia pekan lalu melonjak setelah pembuat chip tersebut memperkirakan lonjakan pendapatan kuartal pertama sekitar tiga kali lipat karena kuatnya permintaan untuk chip AI. Selain itu, Wall Street menguat setelah dirilisnya data inflasi belanja personal (personal consumption expenditure/PCE) AS periode Januari 2024 yang juga sesuai dengan prediksi pasar sebelumnya. Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS melaporkan inflasi PCE pada Januari lalu naik menjadi 2,4% (YoY) dan tumbuh 0,3% (MtM). Angka bulanan lebih tinggi dari periode Desember 2023 yang tumbuh 0,1%, namun secara tahunan lebih rendah dari Desember 2023 yang tumbuh 2,6%.

Di sisi lain, Mayoritas bursa Asia-Pasifik cenderung beragam pada perdagangan Kamis (29/2), dimana investor masih wait and see menanti rilis data inflasi belanja personal Amerika Serikat (AS) dan beberapa data ekonomi penting lainnya. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,11%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,15%, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,37%. Sedangkan untuk indeks ASX 200 Australia menguat 0,50%, indeks Shanghai Composite China naik 1,94% dan Straits Times Singapura naik tipis 0,09%. Bursa Asia-Pasifik yang beragam terjadi di tengah terkoreksinya bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kemarin. Wall Street berjuang untuk mempertahankan momentum kenaikan dalam beberapa hari terakhir menjelang rilis data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditure), setelah reli panjang mencapai puncaknya pekan lalu karena antusiasme terhadap potensi kecerdasan buatan (AI), yang dipicu oleh pendapatan kuartalan Nvidia. Berdasarkan laporan dari Biro Analisis Ekonomi AS (BEA), PDB AS pada 4Q23 direvisi tumbuh menjadi 3,2%, dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,3%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Jumat (01/3), Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman memperkirakan, “Hari ini IHSG masih berpotensi bergerak sideways cenderung menguat terbatas. Level resistance 7350-7400 dan support 7250-7280.”

Lebih lanjut disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, Jumat (01/3), yaitu; BBRI, MIDI, TLKM, MDKA, SIDO, dan BBTN.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

1.BBRI: Buy on Weakness

Beli di 6050, cutloss jika break di bawah 6000.

Jika tidak break di bawah 6050, potensi naik ke 6225-6325 short term.

2.MIDI: Spec Buy

Beli di 426, cutloss jika break di bawah 420.

Jika tidak break di bawah 420, potensi naik ke 436-446 short term.

3.TLKM: Spec Buy

Beli di 4000, cutloss jika break di bawah 3960.

Jika tidak break di bawah 4000, potensi naik ke 4050-4100 short term.

4.MDKA: Spec Buy

Beli di 2260, cutloss jika break di bawah 2240.

Jika tidak break di bawah 2240, potensi naik ke 2300-2360 short term.

5.SIDO: Spec Buy

Beli di 615, cutloss jika break di bawah 605.

Jika tidak break di bawah 605, potensi naik ke 625-650 short term.

6.BBTN: Buy on Weakness

Beli di 1420, cutloss jika break di bawah 1410.

Jika tidak break di bawah 1410, potensi naik ke 1460-1480 short term.