Indeks Kospi Turun 0,83 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 22,03 poin, atau sekitar 0,83 persen, pada Selasa (27/2/2024), menjadi 2.625,05.

Volume perdagangan mencapai 567,4 juta saham senilai 12,4 triliun won atau sekitar US$9,3 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 745 berbanding 149.

Angka indeks turun dipicu kehati-hatian para investor jelang dirilisnya berbagai data ekonomi Amerika Serikat pekan ini.

“Momentum yang muncul dari program value-up pemerintah Korea Selatan berakhir kemarin. Para investor kini berhati-hati terhadap pernyataan yang akan dikeluarkan para pejabat Federal Reserve Atlanta, Boston, New York, Chicago, dan Cleveland,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi melepas saham senilai 50,6 miliar won, sedangkan investor ritel dan asing masing-masing meraup saham senilai 34,8 miliar won dan 167,1 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics naik 0,14 persen, saham SK Hynix sebaliknya terjun 4,94 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solution, Samsung SDI, dan POSCO Future M masing-masing merosot 1,47 persen, 2,56 persen, dan 2,67 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing turun 0,21 persen dan 1,75 persen. Saham perusahaan manufaktur suku cadang mobil Hyundai Mobis anjlok 3,11 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Celltrion melonjak 4,74 persen. Saham perusahaan manufaktur mesin pesawat terbang Hanwha Aerospace melambung 7,76 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 0,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.331 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 10,20 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 7.663. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Malaysia dan Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 38,46 poin, atau sekitar 1,29 persen, menjadi 3.015,48. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 157,53 poin, atau sekitar 0,95 persen, menjadi 16.792,27.