Laba Matahari Departement Store Anjlok 51 Persen di Tahun 2023

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Matahari Departement Store Tbk (IDX: LPPF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp675,36 miliar pada tahun 2023, atau anjlok 51,1 persen dibanding tahun 2022 yang mencapai Rp1,383 triliun.  

Dampaknya, laba bersih per saham dasar melorot ke level Rp298 per lembar pada akhir tahun 2023, sedangkan di akhir tahun 2022 berada di level Rp582 per helai.

Padahal Presiden Direktur LPPF, Bunjamin J. Mailool melaporkan, pendapatan bersih sepanjang tahun 2023 sebesar Rp6,538 triliun. Hasil itu tumbuh 1,3 persen dibanding tahun 2022 yang tercatat Rp6,454 triliun.  

Rinciannya, penjualan eceran meningkat 0,56 persen secara tahunan menjadi Rp3,729 triliun pada tahun 2023. Sedangkan, penjualan konsinyasi meningkat 2,4 persen menjadi Rp2,798 triliun.

Sayangnya, beban pokok pendapatan membengkak 8,3 persen secara tahunan menjadi Rp2,225 triliun pada tahunan. Dampaknya, laba kotor tergerus 1,9 persen secara tahunan menjadi Rp4,313 triliun.

Terlebih beban usaha emiten pusat perbelanjaan itu naik 10,7 persen secara tahunan menjadi Rp3,109 triliun.  

Bahkan, perseroan mengalami kerugian lainnya sedalam Rp28,371 miliar, sedangkan pada tahun 2022 membukukan keuntungan lainnya Rp255,59 miliar.

Tak pelak, laba operasi turun 36,3 persen secara tahunan menjadi Rp1,175 triliun pada tahun 2023.

Selain itu, beban keuangan melambung 63 persen secara tahunan menjadi Rp345,24 miliar pada tahun 2023. Akibatnya, laba sebelum pajak penghasilan amblas 49,2 persen yang tersisa Rp830,58 miliar.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2023 telah audit LPPF yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/2/2024).

Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 13,1 persen secara tahunan menjadi Rp5,849 triliun pada tahun 2023.

Pada sisi lain, total ekuitas berkurang 94,8 persen secara tahunan yang tersisa Rp30,738 miliar pada tahun 2023.