Citilink Buka Penerbangan Soetta-Perth, Tiket Dibandrol Rp1,2 Juta

Foto : istimewa

Pasardana.id - Maskapai penerbangan Citilink Indonesia resmi meluncurkan penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang menuju Bandar Udara Internasional Perth, Australia. 

Direktur Utama Citilink Indonesia, Dewa Rai mengatakan, pembukaan rute ke Perth ini merupakan kali pertama bagi perseroan yang menghubungkan secara langsung Jakarta dengan kota Perth, Australia Barat.

Hal tersebut dilakukan setelah Citilink terlebih dahulu mengoperasikan rute penerbangan dari Denpasar, Bali menuju Perth. 

Dewa berharap, dengan dibukanya kedua rute internasional baru ini dapat meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara, sehingga dapat meningkatkan potensi kerja sama di berbagai sector, seperti; budaya, ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya.

"Citilink optimistis dengan pembukaan rute baru ini mampu menarik baik wisatawan Indonesia maupun wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Jakarta dan Perth maupun sebaliknya," terangnya melalui keterangan resmi, Minggu (30/7).

Dalam pemberian pelayanan terbaru ini Citilink akan memberikan harga tiket mulai dari Rp1,2 juta sampai Rp1,5 juta selama masa promo yang diberikan.

Sedangkan untuk frekuensi tambahan penerbangan Jakarta-Perth tersebut di operasikan mulai Sabtu dengan jadwal penerbangan setiap Selasa, Kamis dan Sabtu dari Jakarta pukul 18.40 WIB dan tiba di Perth pada pukul 00.10, kemudian berangkat kembali dari Perth pada pukul 01.30 waktu setempat dan tiba di Jakarta pada pukul 05.05 WIB.

Acting Chief Executive Officer Perth Airport, Kate Holsgrove mengatakan, bahwa layanan Citilink Perth—Jakarta membawa lebih banyak persaingan dan pilihan bagi para turis. 

“Sangat bagus bahwa Citilink kembali, terutama karena layanan ini akan membawa hampir 190.000 kursi tambahan ke pasar. Ini merupakan kabar gembira bagi mereka yang bepergian untuk liburan, bisnis maupun pendidikan," imbuhnya. 

Pasar ini potensial karena Indonesia merupakan negara tetangga terdekat dan menjadi salah satu tujuan pariwisata paling populer bagi penduduk Australia Barat. 

Kate menambahkan, bahwa sebagai mitra perdagangan yang signifikan dengan populasi sebanyak 273 juta orang, layanan baru ke Indonesia ini akan membawa lebih banyak peluang bisnis dan perdagangan.