ANALIS MARKET (11/12/2023) : IHSG Berpotensi Sideways Cenderung Melemah Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup naik 0.35% diperdagangan sebelumnya (08/12), tapi disertai dengan net sell asing sebesar 303 miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, BBCA, BBNI, dan MDKA.

Sementara itu, Wall Street mencatat penguatan.

Pada Jumat (08/12) lalu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,36%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik sebesar 0,41%, sementara indeks Nasdaq turut menguat sebesar 0,45%. Ketiga bursa mencatat kenaikan sepanjang minggu lalu. Non-farm payroll pada November 2023 mencapai 199.000, di atas ekspektasi. Tingkat pengangguran November 2023 turun menjadi 3,7% dari 3,9% pada bulan sebelumnya, di bawah perkiraan. Saham Boeing, FedEx dan Costco mencapai level tertinggi baru tahun ini.

Di sisi lain, Bursa Asia Pasifik bergerak variatif.

Pada Jumat (08/12) lalu, bursa di kawasan regional Asia Pasifik mencatat pergerakan beragam. Di antara yang mencatat koreksi signiifkan adalah Nikkei sebesar 1,68%, sementara di sisi lain bursa yang menguat cukup signifikan di antaranya STI Index dan Kospi. Jepang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar -0,7% QoQ pada 3Q23, lebih buruk dari perkiraan. Indonesia mengumumkan indeks keyakinan konsumen sebesar 123,6 untuk November 2023, turun dibandingkan bulan sebelumnya. Taiwan melaporkan surplus neraca perdagangan (balance of trade) sebesar USD 9,8 miliar untuk November 2023, di atas perkiraan.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (11/12), Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman memperkirakan, “Hari ini IHSG berpotensi sideways cenderung melemah terbatas. Level support IHSG berada di 7080-7130 dan level resist IHSG berada di 7180-7200.”

Lebih lanjut disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, Senin (11/12), yaitu; BBRI, BRMS, ASII, BRIS, BFIN, dan CPIN.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

1.BBRI: Spec Buy

Area beli di 5350, cutloss jika break di bawah 5300.

Jika tidak break di bawah 5350, potensi naik dengan area jual di 5425-5500 short term.

2.BRMS: Spec Buy

Area beli di 190, cutloss jika break di bawah 187.

Jika tidak break di bawah 190, potensi naik dengan area jual di 198-208 short term.

3.ASII: Spec Buy

Area beli di 5675, cutloss jika break di bawah 5600.

Jika tidak break di bawah 5600, potensi naik dengan area jual di 5750-5800 short term.

4.BRIS: Spec Buy

Area beli di 1675, cutloss jika break di bawah 1645.

Jika tidak break di bawah 1645, potensi naik dengan area jual di 1715-1740 short term.

5.BFIN: Spec Buy

Area beli di 1125, cutloss jika break di bawah 1100.

Jika tidak break di bawah 1100, potensi naik dengan area jual di 1150-1180 short term.

6.CPIN: Spec Buy

Area beli di 5000, cutloss jika break di bawah 4950.

Jika tidak break di bawah 4950, potensi naik dengan area jual di 5100-5150 short term.