ANALIS MARKET (18/12/2023) : IHSG Berpotensi Bergerak Sideways di Range 7150 - 7220

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup naik 0.21% diperdagangan sebelumnya (15/12), disertai dengan net buy asing sebesar Rp1.55 Triliun.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BBRI, TLKM, ASII, NCKL dan AMMN.

Sementara itu, Wall Street bergerak variatif.

Pada Jumat (15/12) lalu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,15%, namun di sisi lain S&P 500 melemah tipis sebesar 0,01%, sementara indeks Nasdaq menguat sebesar 0,35%. Ketiga bursa mencatat kenaikan selama tujuh minggu berturut-turut. Saham Costco naik 4,5% setelah mencatat kinerja kuartalan di atas perkiraan Wall Street. Industrial production AS meningkat 0,2% MoM, di bawah perkiraan. Bursa Eropa bergerak variatif, di mana FTSE 100 melemah 0,95% sementara CAC 40 menguat 0,28%.

Di sisi lain, Bursa Asia Pasifik mengalami kenaikan.

Pada Jumat (15/12) lalu, sebagian besar bursa di kawasan regional Asia Pasifik mencatat penguatan seiring dengan kenaikan bursa AS pada malam sebelumnya. Kenaikan tertinggi dicatat oleh Hang Seng (2,38%), diikuti oleh Nikkei dan Kospi. Di sisi lain bursa China melemah. China menyampaikan retail sales November 2023 sebesar 10,1% YoY, di bawah estimasi. Di sisi lain, negara tersebut juga melaporkan industrial production pada bulan yang sama sebesar 6,6% YoY, di atas perkiraan. Indonesia menyampaikan surplus neraca perdagangan (balance of trade) sebesar USD 2,41 miliar per November 2023.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (18/12), Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman memperkirakan, “Hari ini IHSG berpotensi bergerak sideways di range 7150-7220. Level support IHSG berada di 7150-7170 dan level resist IHSG berada di 7200-7220.”

Lebih lanjut disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, Sabtu (18/12), yaitu; BMRI, MDKA, BRPT, BREN, JSMR, dan MYOR.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

1.BMRI: Spec Buy

Area beli di 5900, cutloss jika break di bawah 5850.

Jika tidak break di bawah 5850, potensi naik dengan target jual di 6025-6150 short term.

2.MDKA: Buy on Weakness

Area beli di 2300, cutloss jika break di bawah 2220.

Jika tidak break di bawah 2220, potensi naik dengan target jual di 2400-2480 short term.

3.BRPT: Buy on Weakness

Area beli di 1600, cutloss jika break di bawah 1520.

Jika tidak break di bawah 1520, potensi naik dengan target jual di 1670-1710 short term.

4.BREN: Spec Buy

Area beli di 7200, cutloss jika break di bawah 7100.

Jika tidak break di bawah 7200, potensi naik dengan target jual di 7550-7700 short term.

5.JSMR: Buy on Weakness

Area beli di 4800, cutloss jika break di bawah 4700.

Jika tidak break di bawah 4700, potensi naik dengan target jual di 4850-4950 short term.

6.MYOR: Spec Buy

Area beli di 2300, cutloss jika break di bawah 2270.

Jika tidak break di bawah 2270, potensi naik dengan target jual di 2330-2360 short term.