Ekspor Baja Anjlok, KRAS Timbun Defisit USD2,2 Miliar Pada Akhir September 2023

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Krakatau Steel Tbk (IDX: KRAS) menderita rugi bersih senilai USD61,409 juta dalam sembilan bulan tahun 2023, atau memburuk dibanding periode sama tahun 2022 yang membukukan laba bersih senilai USD80,156 juta.

Akibatnya, akumulasi kerugian atau defisit menumpuk 2,8 persen dibanding akhir tahun 2022 yang menyentuh USD2,25 miliar pada akhir September 2023.

Pasalnya, pendapatan bersih turun 31,4 persen secara tahunan menjadi USD1,263 miliar pada akhir September 2023.

Rinciannya, penjualan produk baja ke pasar dalam negeri melorot 24,2 persen menjadi USD1,023 miliar.

Bahkan nilai ekspor produk baja anjlok 80,3 persen yang tersisa USD54,387 juta.

Senasib, pendapatan dari sarana infrastruktur menyusut 14,06 persen menjadi USD165,57 juta.

Walau demikian, beban pokok pendapatan dapat ditekan sedalam 30,02 persen secara tahunan menjadi USD1,156 miliar pada akhir September 2023.

Akibatnya, laba kotor anjlok 44,2 persen sisa USD106,79 juta.

Sedangkan laba operasi amblas 94 persen secara tahunan yang tersisa USD6,651 juta pada akhir September 2023.

Pasalnya, beban penjualan tercatat senilai USD20,227 juta. Ditambah beban umum dan administrasi mencapai USD79,299 juta.

Sayangnya, biaya keuangan mencapai USD96,715 juta. Ditahan oleh bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama senilai USD40,237 juta.

Dampaknya, emiten baja BUMN ini menderita rugi sebelum pajak final dan beban pajak penghasilan sedalam USD48,924 juta pada akhir September 2023.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2023 tanpa audit KRAS yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/10/2023).

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 9,3 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi USD2,365 miliar pada akhir September 2023.

Pada sisi lain, total ekuitas bertambah 0,9 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi USD557,24 juta pda akhir kuartal III 2023.