Rugi USD36 Juta, Defisit KRAS Sentuh USD2,2 Miliar Pada Semester I 2023

foto : ilustrasi (dok. KRAS)

Pasardana.id PT Krakatau Steel Tbk (IDX: KRAS) menderita rugi bersih sedalam USD36,887 juta pada semester I 2023, atau memburuk dibanding periode sama tahun lalu yang membukukan laba bersih senilai USD77,467 juta.

Akibatnya, defisit atau akumulasi kerugian menukik sedalam 1,69 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi USD2,225 miliar.

Jika dirunut, total pendapatan bersih turun 26,4 persen secara tahunan (yoy) menjadi USD984,63 juta pada semester I 2023.

Pasalnya, penjualan baja ke pasar dalam negeri menyusut 14,05 persen menjadi USD801,05 juta.

Bahkan, nilai ekpor baja anjlok 78,6 persen tersisa USD54,387 juta.

Senasib, pendapatan dari lini usaha infrastruktur amblas 17,2 persen tersisa USD115,93 juta.

Walau beban pokok pendapatan dapat ditekan sedalam 24,9 persen menjadi USD906,57 juta, tapi laba kotor tetap melorot 40,4 persen menjadi USD78,056 juta.

Sayangnya, laba operasi terpangkas 87,4 persen tersisa USD9,873 juta yang dipicu beban penjualan senilai USD14,633 juta dan beban umum administrasi senilai USD51,115 juta.

Kian berat, emiten baja BUMN ini mengalami rugi selisih nilai tukar atau kurs sedalam USD17,768 juta. Sedangkan di semester I 2022 justru meraih laba kurs sebesar USD32,817 juta.

Terlebih, biaya keuangan mencapai USD59,326 juta.

Akibatnya, KRAS menderita rugi sebelum pajak final dan beban pajak penghasilan USD30,32 juta.

Sedangkan di semester I 2022 mendapat laba sebelum pajak final dan beban pajak penghasilan USD94,111 juta.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester I 2023 tanpa audit KRAS yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (1/8/2023).

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 6,9 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi USD2,42 miliar.

Pada sisi lain, total ekuitas bertambah 8,8 persen dibanding akhir Desember 2022 menjadi USD601,25 juta.