Masuk Saham Dalam Pemantauan Khusus, GIAA Hanya Bisa ‘Terbang’ 9,8 Persen

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Regulator bursa mencabut penghentian perdagangan GIAA mulai perdagangan sesi 1 pagi ini, Selasa (3/1/2022), setelah manajemen emiten penerbangan BUMN itu menyampaikan laporan homologasi yang disahkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 27 Juni 2022.

Dalam pertimbangan Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menyebutkan, bahwa GIAA telah menerbitkan surat utang senilai USD624,211 juta dan sukuk baru senilai USD78,019 juta.

“Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan Keterbukaan Informasi yang disampaikan GIAA,” kutipan pengumuman BEI.

Berdasarkan pantauan Pasardana.id, investor terlihat antusias menyambut pembukaan suspend GIAA yang telah berlangsung sejak 17 Juni 2021.

Hingga pukul 10.05 WIB, GIAA naik 20 point atau 9,8 persen ke level 224 dengan nilai transaksi sebesar Rp8,4 miliar.

Dengan demikian, GIAA menyentuh batas atas penolakan penawaran jual-beli atau Auto Rejection Atas (ARA).

Patut dicatat, GIAA tetap berada dalam daftar saham-saham dalam pemantauan khusus dan masih mengalami ekuitas negatif.

Kedua hal itu, terlihat dari notasi E dan X pada ujung kode sahamnya.