Pengaturan Skema Surat Utang Berlaku, MDLN Tembus ARA

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencabut penghentian perdagangan sementara efek bersifat efek PT Modernlad Realty Tbk (IDX: MDLN) sejak sesi 1, Senin (20/12/2021), setelah emiten properti itu mengumumkan penataulangan surat utang berlaku sejak 17 Desember 2021.

Berdasarkan pantauan Pasardana.id, hingga pukul 9.45 Wib, MDLN naik 17 point atau 33,3 persen dengan nilai transaksi Rp8,22 miliar.

Dengan demikian, MDLN menyentuh batas atas penolakan otomatis penawaran jual beli atau Auto Rejection Atas (ARA).

Sebelumnya, MDLN mengumumkan surat utang dari dua seri notes anak usahanya JGC Ventures menjadi USD447,63 juta, setelah pengaturan skema restrukturisasi note 2021 dan 2024 resmi berlaku sejak tanggal 17 Desember 2021.

Melansir keterangan resmi emiten properti itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/12/2021), disebutkan bahwa nilai notes 2021 menjadi USD179,15 juta dari nilai pokok USD150 juta dan notes 2024 menjadi USD268,48 juta dari nilai pokok awal USD240 juta.

Sedangkan jatuh tempo notes 2021 juga diperpanjang menjadi tanggal 30 Juni 2025 dan notes 2024 akan jatuh tempo pada tanggal 30 April 2027.

Sedangkan bunga kedua surat utang ini berubah menjadi;

12 bulan pertama sejak tanggal efektif senilai 0 persen dan non uang sebesar 3 persen.

12 bulan kedua dalam bentuk uang  akan dikenakan bunga 1 persen dan selain uang sebesar 3 persen.

12 bulan ketiga dalam bentuk uang senilai 2 persen dan selain uang sebesar 3 persen.

Setelahnya sampai dengan jatuh tempo dalam bentuk uang dikenakan bunga 3 persen dan selain uang sebesar 3 persen.

Dalam skema pengaturan ini juga mencantumkan janji penjualan aset.

Perseroan dan anak usaha seperti JGCV, MLO dan lainnya wajib menjual aset senilai USD40 juta sebelum 30 Juni 2023 disebut penjualan periode I dan penjualan aset senilai USD160 juta sebelum 31 Desemer 2025.

Selanjutnya, 75 persen dari hasil penjualan aset untuk menebus kembali Notes Perubahan 2021.