Akhirnya OJK Beri Lampu Hijau Sakti Generasi Perdana Suntik BKSL Rp5,03 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan pernyataan efektif penawaran 100.625.341.623 saham baru seri D dengan harga pelaksanaan Rp50 per lembar dalam rangka penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue PT Sentul City Tbk (IDX: BKSL).

Mengutip prospektus emiten properti itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/1/2023) bahwa nilai right issue ini mencapai Rp5,03 triliun.

Menariknya, PT Sakti Generasi Perdana sebagai pengendali, akan bertindak sebagai pembeli siaga dengan menyerap sebanyak 47.617.785.504 lembar saham baru yang tidak diambil pemiliknya.

Sehingga telah disiapkan dana sebesar Rp2,38 triliun.

Di samping itu, Sakti Generasi Perdana juga telah menyiapkan dana sebesar Rp2,65 triliiun untuk menyerap sebanyak 53.007.556.119 lembar HMETD miliknya.

Namun bagi pemodal yang ingin ikut menyuntik modal BKSL, wajib tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan perdagangan bursa tanggal 31 Januari 2023.

Saat itu, setiap pemegang dua saham lama mendapat 3 HMETD.

Selanjutnya, setiap 1 HMETD dapat menjual atau menebus menjadi 1 saham baru dengan harga pelaksaan mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2023.

Rencananya, Rp3,31 triliun hasil right issue untuk pengembang usaha melalui pembelian persediaan lahan.

Rincinya, membeli lahan di Tanjungsari Bogor senilai Rp1,6 triliun. Lalu, Rp1,12 triliun untuk membeli lahan di Sukamakmur Bogor. Berikutnya, membeli lahan di Sukaraja, Bogor senilai Rp577,6 miliar.

Selebihnya, Rp916,35 miliar untuk membayar utang kepada beberapa pihak tidak terafiliasi.

Sisanya, sebesar Rp759 miliar digunakan sebagai pembangunan proyek-proyek baru, biaya pemasaran, utang pajak, dan gaji karyawan.