Dirut Pertamina Sebut Pembatasan Beli Pertalite 1 Agustus Masih Belum Pasti

Foto : istimewa

Pasardana.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengatakan, bahwa pihaknya telah menghitung dampak terhadap konsumsi BBM RON 90 terkait pembatasan pembelian Pertalite. 

Meski begitu, pembatasan pembelian Pertalite belum tentu diterapkan pada 1 Agustus 2022 mendatang.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI seperti ditulis, Selasa (12/7/2022) kemarin, Nicke mengungkapkan, jika pembatasan diterapkan pada 1 Agustus, maka konsumsi Pertalite akan turun menjadi 26,71 juta kiloliter (KL).

Pembatasan tersebut, kata Nicke, itu baru bisa dilakukan jika sudah ada regulasinya.

Dijelaskan Nicke, kuota Pertalite 2022 sebesar 23,05 juta KL.

Dengan tren konsumsi seperti sekarang, maka diperkirakan konsumsi 2022 akan mencapai 28,5 juta KL. Artinya, konsumsi Pertalite di atas kuota, alias kuota jebol.

"Kuota untuk Pertalite di tahun 2022 itu adalah 23 juta KL. Prediksi kami dengan tren hari ini maka akan meningkat menjadi 28,5 juta KL," katanya. 

Dia pun menyebutkan, bahwa pemerintah akan merevisi Perpres 191 Tahun 2014, di mana aturan tersebut mengatur kriteria yang berhak membeli BBM subsidi.

Disampaikan Nicke, dengan asumsi pembatasan diterapkan pada 1 Agustus, maka konsumsi Pertalite akan mencapai 26,71 juta KL.

Konsumsi Pertalite itu diproyeksi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, yakni 28,5 juta KL, tapi masih tetap di atas kuota yang ditetapkan pada 2022 sebesar 23,05 juta KL.

"Kalau itu kemudian diterapkan dengan pembatasan, asumsi kita lakukan per 1 Agustus kalau regulasinya sudah keluar, maka ini dapat menurunkan, kita prognosakan menjadi 26,7 (juta KL)," katanya.

"Tapi masih tetap lebih tinggi dibandingkan prognosa, masih peningkatan 16%" lanjutnya.

Dalam bahan paparannya, hasil Rakortas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian disebutkan, pembatasan pengguna JBKP Pertalite ditetapkan khusus untuk roda empat pelat hitam 1.500 cc ke bawah dan roda dua 250 cc ke bawah.