Lunasi Utang Rp250 Miliar, INAF Pinjam Rp355 Miliar Dari Bio Farma

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Indofarma Tbk (IDX: INAF) mengajukan pinjaman senilai Rp 355 miliar kepada induk usahanya, yakni PT Bio Farma, dengan bunga 6,15 persen per tahun hingga 6 tahun sejak perjanjian pinjaman.

Jelasnya, dalam keterangan resmi emiten farmasi BUMN itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/5/2022) disebutkan, bahwa kewajiban dalam 120 hari mencapai Rp568,66 miliar, sedangkan ekuitas perseroan per 31 Desember 2021 hanya Rp508,3 miliar.  

“Rasio utang terhadap modal, kurang mendukung perolehan pendanaan untuk modal kerja Perseroan,” terang manajemen INAF.

Adapun dana hasil pinjaman itu akan digunakan untuk pembayaran nilai pokok utang restruktutisasi perseroan kepada Bank Mandiri senilai Rp249,58 miliar. Rencananya akan dilunasi awal Juni 2022.

Sedangkan sisa pinjaman dari Bio Farma senilai Rp105.41 miliar akan digunakan sebagai modal kerja.

Dengan adanya pinjaman ini, maka Current Ratio akan meningkat, jika tanpa pinjaman, pada tahun 2022 sebesar 132,29 persen sampai dengan periode 2026 sebesar 127,95 persen.

Sedangkan jika dengan pinjaman itu, Current Ratio jauh lebih besar yaitu sebesarkan 162,71 persen pada tahun 2022 dan 132,76 persen pada tahun 2026.

Di samping itu, Quick Ratio akan meningkat, jika tanpa pinjaman  pada tahun 2022 sebesar 101,51 persen sampai dengan periode 2026 sebesar 93,66 persen.

Namun, Quick Ratio setelah mendapat pinjaman jauh lebih besar yaitu sebesar 129,74 persen pada tahun 2022 dan 96,15 persen pada tahun 2026.