Persediaan Barang Menumpuk, INAF Rugi Rp51 Miliar Pada Kuartal I 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Indofarma Tbk (IDX: INAF) mencatatkan rugi bersih senilai Rp51,182 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2022, atau memburuk dibandingkan periode sama tahun 2021 yang membukukan laba bersih senilai Rp1,819 miliar.

Akibatnya, emiten farmasi BUMN itu harus mencatatkan rugi bersih per saham Rp16,51, sedangkan di akhir Maret 2021 terbilang laba bersih per saham di level Rp0,59.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2022 tanpa audit INAF yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/5/2022).

Jelasnya, penjualan bersih turun 9,1 persen menjadi Rp339,02 miliar karena penjualan obat ethical ke dalam negeri merosot 21,4 persen menjadi Rp150,12 miliar.

Tapi penjualan alat kesehatan, diagnostik dan lainnya tumbuh 2,2 persen menjadi Rp179, 96 miliar.

Sayangnya, beban pokok penjualan membengkak 56,06 persen menjadi Rp309,08 miliar, karena persediaan barang jadi di awal tahun naik 111,8 persen menjadi Rp339,04 miliar.

Serupa, pembelian barang jadi naik 18,06 persen menjadi Rp268,7 miliar.

Dampaknya, laba kotor anjlok 83,42 persen dan tersisa Rp29,944 miliar.

Sementara itu, aset perseroan menyusut 4,2 persen menjadi Rp1,926 triliun karena defisit membengkak 27,8 persen menjadi Rp239,01 miliar.

Patut diperhatikan, kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp92,561 miliar, atau menyusut 40,64 persen dibandingkan kuartal I 2021 yang menyentuh Rp155,82 miliar.