TPIA Tuding Perang Ukraina Picu Rugi USD11 Juta Pada Kuartal 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (IDX: TPIA) mencatatkan rugi bersih sebesar USD11,235 juta dalam tiga bulan pertama tahun 2022, atau memburuk dibandingkan periode sama tahun 2021 yang mencatatkan laba bersih USD84,382 juta.

Direktur TPIA, Suryandi mejelaskan, kinerja kuartal I 2022 sebagian besar dipengaruhi oleh perang Rusia-Ukraina.

Ketegangan geopolitik memicu harga minyak mentah melonjak hingga lebih dari USD100 per barel, sehingga naik 25 persen dibanding kuartal IV 2021 dan sekitar 66 persen lebih tinggi dibanding kuartal I 2021.

Pada sisi lain, permintaan yang melemah di China karena ke protokol pengetatan COVID-19 juga menyebabkan pengetatan rentang harga petrokimia, terutama untuk polyolefin.

“Walaupun Chandra Asri mencatatkan Pendapatan Bersih sebesar USD677.7 juta, atau naik 13 persen dari periode yang sama tahun lalu. EBITDA tercatat sebesar USD24.1 juta, dengan Rugi Bersih Setelah Pajak sebesar USD11 juta,” papar dia dalam keterangan resmi, Kamis (28/4/2022).

Jelasnya, pendapatan tumbuh tapi beban pokok pendapatan membengkak 44,88 persen menjadi USD652,72 juta karena bahan baku yang digunakan membengkak 47,8 persen menjadi USD547,29 juta. Dampaknya, laba kotor anjlok 82,9 persen, dan tersisa USD25,027 juta.

Namun dia menegaskan, perseroan akan terus fokus dalam mewujudkan pertumbuhan transformasional melalui proyek CAP2, Keberlanjutan & ESG, dan Transformasi Digital.

“Kami akan terus mempertahankan disiplin modal dengan kerangka kerja stage-gated untuk proyek CAP 2,” kata dia.

Ia juga mengingatkan, sebagai penghargaan kepada pemegang TPIA atas dukungannya selama ini, manajemen mengusulkan rasio pembayaran dividen sebesar 50 persen dari Laba Bersih Tahun Buku 2021, setara dengan USUD76 juta.

Pembayaran dividen final telah disetujui dalam RUPST baru-baru ini dan akan dibayarkan pada 20 Mei 2022 sebagai dividen tunai sebesar USD11 juta setelah memperhitungkan dividen interim USD65 juta yang telah dibayarkan sebelumnya pada tahun 2021.