Pemerintah Siapkan Program KUR Untuk UMKM Sebesar Rp283 Triliun

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah terus berupaya mendorong keberpihakan yang besar kepada pengembangan industri kecil dan menengah melalui pemberlakuan PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Keberpihakan tersebut salah satunya diwujudkan dalam Program Pembinaan UMKM melalui Pengelolaan Terpadu (factory sharing) UMKM.

Sebagai salah satu bentuk untuk mewujudkan program tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke PT Garut Makmur Perkasa di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/4/2022).

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengatakan, pemerintah menyiapkan program kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp283 triliun untuk membantu permodalan UMKM agar bisa berkembang.

"Diharapkan, UMKM kita bisa mengakses KUR, karena KUR disiapkan oleh pemerintah besarnya Rp283 triliun dengan bunga tiga persen, tentunya ini dapat dimanfaatkan," ujarnya.

Airlangga berharap pemerintah daerah dapat terus mendorong UMKM untuk bisa mengakses KUR sebagai solusi bantuan permodalan dengan bunga rendah.

Selain itu, ia pun berharap, usaha tersebut dapat berkontribusi dalam mendorong perekonomian Indonesia seperti yang dilakukan PT GMP, anak perusahaan PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (IDX: WMPP).

Menurut dia, perusahaan pengolahan kulit itu telah berhasil mengembangkan usahanya sehingga mampu bersaing di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

"Masyarakat di Garut menerima manfaat program pemerintah antara lain kredit usaha rakyat dan kami pun mengunjungi beberapa stan pada beberapa usaha UMKM yang secara simbolis mendapat pinjaman KUR sebesar Rp500 juta," tambah dia.

PT Garut Makmur Perkasa (GMP) merupakan pabrik penyamakan kulit terbesar di Indonesia dan telah memiliki fasilitas standar untuk pengolahan limbah.

Perusahaan ini memproduksi kulit sebagai bahan baku industri termasuk bagi UMKM.

Chief Operational Officer PT GMP, Indrawan Suwidya Adji menyampaikan, pihaknya menjalankan usaha di sektor peternakan sapi potong dan unggas.

Khusus untuk sapi, dagingnya dijual ke restoran dan supermarket, kemudian kulitnya diproses sebagai bahan produk kerajinan seperti jaket kulit.

"Nah kulit dari sapi itulah yang kami proses di sini untuk dijadikan sebagai bahan baku jaket kulit," kata Indrawan.