Insurtech Fuse Rayakan Ulang Tahun ke-5 dengan Tambahan Modal US$50 Juta dan Premi Rp1,5 Triliun

foto: dok. Fuse

Pasardana.id - Startup insurtech Fuse telah berusia lima tahun. 

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Fuse, Andy Yeung mengungkapkan, lima tahun terakhir telah menjadi perjalanan yang menyenangkan sekaligus menantang bagi Fuse.

"Berawal dari platform Software As A Service (SAAS) bagi perusahaan asuransi, kini Fuse berkembang dan menjadi insurtech terdepan yang memiliki bisnis model paling komprehensif, mulai dari B2A (Business to Agent/ Broker), B2C comparison (portal pembanding asuransi Cekpremi.com) dan B2B2C (asuransi mikro dan financial institute)," ujar Andy, dalam keterangan pers, Jumat (04/3/2022).

Selama lima tahun ini, Fuse telah melahirkan banyak inovasi teknologi untuk mendefinisikan kembali cara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk asuransi.

Sejak 2017, Fuse meluncurkan Fuse Pro, aplikasi smartphone pertama di Indonesia yang memungkinkan agen/broker untuk melakukan transaksi asuransi, pencairan komisi serta klaim secara instan.

Di tahun 2018, Fuse menjadi insurtech pertama yang membantu Tokopedia meluncurkan asuransi perjalanan dan sekarang menjadi insurtech satu-satunya yang menyediakan beragam kebutuhan asuransi umum untuk pengguna Tokopedia.

Di tahun 2019, kami menjadi insurtech pertama yang bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan seperti Maybank Finance.

"Di tahun 2021, kami menjadi insurtech pertama asal Indonesia yang masuk dalam daftar 100 Insurtech Terbaik Dunia 2021 yang dipublikasikan oleh Sønr bersama Ernst & Young," ujar Andy.

Lebih lanjut Andy menyebutkan, dirinya bangga menciptakan banyak momen 'pertama' sebagai pengakuan atas dedikasi kami untuk berinovasi, dan komitmen untuk bekerja sama dengan beragam partner bisnis dalam ekosistem asuransi.

Semua ini berkat kepercayaan dari lebih dari 40 perusahaan asuransi, lebih dari 70 ribu tenaga pemasar/ partner, Tokopedia, Maybank Finance dan sebagainya.

"Kami juga bersyukur memiliki investor seperti East Venture (Growth), SMDV, Skystar/ Saratoga, Golden Gate Ventures, eWTP Capital, GGV Capital yang memberikan pendanaan dan selalu mendukung Fuse," tambah Andy.

Hingga saat ini, sambung Andy, Fuse terus memperkuat posisi kepemimpinannya sebagai insurtech terbesar di Indonesia.

Pada tahun 2021, Fuse memperoleh pendanaan Seri B dengan lebih dari US$50 juta (sekitar Rp715 miliar) dan mencetak pendapatan premi bruto (Gross Written Premium/ GWP) lebih dari US$105 juta (sekitar Rp1,5 triliun).

Raihan GWP ini menggambarkan pertumbuhan lebih dari 2000% jika dibandingkan dengan tahun 2018.