Pasokan Pupuk Jadi Pemicu Utama Krisis Pangan Tahun Depan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pasokan pupuk disebut-sebut menjadi pemicu utama krisis pangan tahun depan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers The 1st Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting di Washington DC, Selasa (11/10) malam.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mewaspadai disrupsi terhadap pasokan pupuk karena hal ini bisa berimbas pada ketersediaan pangan.

Menkeu menegaskan, bila disrupsi ini terjadi, krisis pangan bisa benar-benar menjadi ancaman nyata di tahun 2023.

"Isu pangan ini menjadi perhatian para menteri keuangan dan menteri pertanian anggota G20. Ketersediaan pangan ini sangat terkait dengan stok pupuk dan juga nutrisi," ujar Menkeu Sri Mulyani.

Bendahara Negara juga mengatakan, bahwa masalah pupuk ini, jika tidak tertangani, akan berdampak terhadap ketersediaan pangan, atau bahkan krisis pangan dalam 8-12 bulan ke depan.

Kata dia, disrupsi pasokan imbas perang Rusia dan Ukraina menyebabkan kenaikan harga pupuk.

"Problema ini sudah menjadi sorotan World Bank, Asian Development Bank (ADB), The Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), dan bahkan banyak negara. Dari pertemuan tadi, mereka semua sepakat untuk mengkaji solusi yang optimal untuk mengatasi masalah pasokan pupuk," ungkap Sri.

Dia mengatakan, bukan hanya di Presidensi G20 Indonesia saja, tetapi persoalan pupuk ini masih akan tetap menjadi pembahasan di Presidensi G20 India tahun depan.

"Penting bagi kita sebagai Presidensi tahun ini untuk melakukan pemetaan masalah dan penyusunan kerangka kebijakan awal terkait masalah pangan. Perlu diingat, ke depan kita akan menghadapi tahun 2023 yang akan jauh lebih berisiko dalam hal pangan," tandasnya.