Terbelit Masalah Utang, Saham Evergrande Anjlok

foto: istimewa

Pasardana.id - Saham Evergrande Group yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong anjlok sekitar 12 persen pada Selasa (14/9/2021) akibat permasalahan utang yang membelit perusahaan properti Tiongkok tersebut.

Dari awal tahun ini, saham Evergrande telah mengalami penurunan sebesar 80 persen.

Seperti dilansir BBC News, Evergrande kesulitan menjual aset yang dimiliki untuk mendapatkan dana yang diperlukan dalam memenuhi pembayaran utang yang secara total mencapai US$305 miliar atau sekitar Rp4.345,96 triliun.

Tak hanya permasalahan utang, Evergrande juga dikabarkan berada dalam tekanan terkait aliran kas mereka. Permasalahan yang dialami Evergrande dikhawatirkan dapat menyebarkan masalah serius terhadap sistem finansial Negeri Panda.

Awal pekan ini, aksi demonstrasi terjadi di depan kantor pusat Evergrande di Shenzen. Peserta aksi mencakup para pembeli rumah, investor ritel, bahkan juga karyawan Evergrande yang mempertanyakan tanggung jawab pihak manajemen Evergrande atas berbagai permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.

Evergrande didirikan Hui Ka Yan pada 1996 lalu di Guangzhou dengan nama Hengda Group. Hui mengembangkan Evergrande menjadi perusahaan properti raksasa dengan menggunakan uang pinjaman.