Galangan Kapal SOCI di Tengah Pusaran Penyelidikan KPK

foto : istimewa

Pasardana.id - KPK tengah menyelidiki pengadaan 3 Kapal Motor Penyeberangan (KMP) yang menggunakan Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2019 dan 2020 atau tahun jamak Pemerintah Aceh dengan nama program Kapal Aceh Hebat.

Mengutip situs resmi Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, Kapal Aceh Hebat adalah kapal motor penyeberangan (KMP) yang pengadaannya dilakukan oleh Dinas Perhubungan sebagai salah satu moda transportasi di Aceh.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri membenarkan, terkait adanya sejumlah pihak yang diselidiki KPK dalam kasus pembelian kapal roro, yang nilainya sebesar Rp 178 miliar.

“Benar, ada kegiatan penyelidikan oleh KPK, di antaranya melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi terhadap beberapa pihak terkait," katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu (16/6/2021).

Sementara itu, penyidik KPK hingga saat ini tengah mengumpulkan keterangan terkait kasus tersebut.

"Karena saat ini masih proses penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut mengenai materi kegiatan dimaksud," ujar Ali.

Sekedar informasi, kasus tersebut mulai tercium sejak Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp 178 miliar untuk pembelian kapal roro yang kemudian diberi nama Aceh Hebat.

Pengadaannya dilakukan sejak awal 2020. Rincinya, KMP Aceh Hebat 1 dengan bobot rencana 1300 GT yang melayani lintasan Pantai Barat – Simeulue dibangun selama 470 hari di galangan PT Multi Ocean Shipyard dan dibangun oleh PT Multi Ocean Shipyar (MOS) - anak usaha PT Soechi Lines Tbk (IDX: SOCI) di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

KMP Aceh Hebat melakukan uji coba pelayaran pertamanya pada setahun kemudian atau pada Februari 2021 dari Pelabuhan Calang Kabupaten Aceh Jaya menuju ke Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh.

Dalam laporan keuangan SOCI telah audit tahun 2020 disebutkan, pada tanggal 19 September 2019, MOS melakukan perjanjian konstruksi kapal dengan Dinas Perhubungan Aceh.

MOS setuju untuk merancang, membangun, meluncurkan, melengkapi, menguji, menyelesaikan dan menyerahkan 1 (satu) unit kapal Ro-Ro.

Berdasarkan perjanjian tersebut, kapal tersebut harus diserahkan di galangan MOS 470 (empat ratus tujuh puluh) hari sejak tanggal efektif perjanjian.

Kapal tersebut telah diserahkan kepada Dinas Perhubungan Aceh pada tahun 2020. Kemudian KMP Aceh Hebat 2 dengan bobot rencana 1100 GT untuk lintasan Ulee Lheue - Balohan dibangun selama 497 hari di galangan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Madura, Jawa Timur.

Sementara itu, KMP Aceh Hebat 3 dengan bobot rencana 900 GT untuk lintasan Singkil - Pulau Banyak dibangun selama 497 hari di galangan PT Citra Bahari Shipyard, Tegal, Jawa Tengah.