Soal Kapal Aceh Hebat, SOCI Sebut Belum Tahu

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Soechi Lines Tbk (IDX: SOCI) mengaku belum mengetahui adanya penyelidikan KPK terhadap perseroan, terkait pengadaan kapal antar pulau milik Pemerintah Provinsi Aceh dengan nama program Aceh Hebat.

Melansir jawaban manajemen emiten pelayaran itu atas pertanyaan regulator bursa pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/6/2021) sebutkan bahwa perseroan belum mengetahui latar belakang sehubungan dengan adanya penyelidikan tersebut.

“Tidak terdapat dampak tertentu terhadap perseroan dan entitas Anak, Direksi serta Dewan Komisaris Perseroan dan Entitas Anak, baik berupa dampak hukum, bisnis dan operasional, serta keuangan,” tulis Sekretaris Perusahaan SOCI, Paulina Marlina.

Namun, SOCI mengakui, bahwa Perseroan merupakan salah satu galangan kapal yang mengerjakan pembangunan Kapal Ro-Ro,

Sebelumnya, KPK tengah menyelidiki pengadaan 3 Kapal Motor Penyeberangan (KMP) yang menggunakan Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2019 dan 2020 atau tahun jamak Pemerintah Aceh dengan nama program Kapal Aceh Hebat.

Mengutip situs resmi Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, Kapal Aceh Hebat adalah kapal motor penyeberangan (KMP) yang pengadaannya dilakukan oleh Dinas Perhubungan sebagai salah satu moda transportasi di Aceh.

Pengadaannya dilakukan sejak awal 2020.

Rincinya, KMP Aceh Hebat 1 dengan bobot rencana 1300 GT yang melayani lintasan Pantai Barat – Simeulue dibangun selama 470 hari di galangan PT Multi Ocean Shipyard dan dibangun oleh PT Multi Ocean Shipyar (MOS) - anak usaha PT Soechi Lines Tbk (IDX: SOCI) di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

KMP Aceh Hebat melakukan uji coba pelayaran pertamanya setahun kemudian atau pada Februari 2021 dari Pelabuhan Calang, Kabupaten Aceh Jaya menuju ke Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh.

Dalam laporan keuangan SOCI telah audit tahun 2020 disebutkan, pada tanggal 19 September 2019, MOS melakukan perjanjian konstruksi kapal dengan Dinas Perhubungan Aceh.

MOS setuju untuk merancang, membangun, meluncurkan, melengkapi, menguji, menyelesaikan dan menyerahkan 1 (satu) unit kapal Ro-Ro.

Berdasarkan perjanjian tersebut, kapal tersebut harus diserahkan di galangan MOS, 470 (empat ratus tujuh puluh) hari sejak tanggal efektif perjanjian.

Kapal tersebut telah diserahkan kepada Dinas Perhubungan Aceh pada tahun 2020. Kemudian KMP Aceh Hebat 2 dengan bobot rencana 1100 GT untuk lintasan Ulee Lheue - Balohan dibangun selama 497 hari di galangan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Madura, Jawa Timur.

Sementara itu, KMP Aceh Hebat 3 dengan bobot rencana 900 GT untuk lintasan Singkil - Pulau Banyak dibangun selama 497 hari di galangan PT Citra Bahari Shipyard, Tegal, Jawa Tengah.