Tebus Utang, Bundamedik Tawarkan 620 Juta Saham Lewat IPO

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bundamedik Tbk melanjutkan proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) setelah mendapatkan pernyataan pra efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru baru ini.

Mengutip prospektus penawaran umum perdana melalui sistem e-ipo Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/6/2021) bahwa calon emiten rumah sakit ini akan menawarkan 620 juta lembar saham bernominal Rp 20 per lembar saham.

Nilai itu setara dengan 7,26 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Masih berdasarkan prospektus itu, perseroan berharap OJK menerbitkan pernyataan efektif IPO pada tanggal 28 Juni 2021. Jika demikian, perseroan akan memasuki tahap masa penawaran umum pada tanggal 30 Juni, 1 dan 2 Juli 2021.

Saat itu, saham perdana perseroan ditawarkan dengan kisaran harga Rp300 hingga Rp350 per lembar saham. Dengan demikian, pengelola rumah sakit Bunda ini berpeluang meraup dana sebesar Rp186 miliar hingga Rp217 miliar.

Patut diketahui, perseroan telah menggunakan metode e-ipo dalam pelaksanaan penawaran umum perdana sahamnya. Sehingga jika terjadi kelebihan permintaan akan kembali dikeluarkan 62 juta lembar saham atau 0,72 persen saham bernominal Rp20. Jika ini terjadi, perseroan akan meraup dana Rp238,7 miliar.

Bersamaan dengan itu, Akasya Invesment Limited, salah satu kreditur perseroan dengan piutang senilai Rp143,28 miliar akan melaksanakan Obligasi Wajib Konversi.

Akasya Invesment Limited akan menyerap sebanyak 421.416.176 lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp340 per lembar saham.

Selain itu, perseroan juga memberi kesempatan kepada pegawainya untuk menyerap 3 juta lembar saham atau 0,48 persen saham perseroan dalam program Employee Stock Allocation.

Sedangkan untuk kalangan manajemen disediakan 25 juta saham atau 0,29 persen saham perseroan dalam program Management and Employee Stock Option.

Walhasil, komposisi kepemilikan saham perseroan berubah menjadi PT Bunda Investama Indonesia turun menjadi 67,53 persen dari saat ini sebesar 77,47 persen. Akasya Invesment Limited menjadi 4,9 persen dan masyarakat 7,89 persen.

Rencananya, dana hasil IPO yang sebesar Rp157, 718 miliar akan digunakan untuk membeli kembali sisa pokok obligasi dari Akasya Investments Limited setelah pelaksanaan konversi obligasi berdasarkan Perjanjian Obligasi.

Sedangkan sisanya, akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja, antara lain; pembelian obat, alat medis, dan kebutuhan penunjang lainnya yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan operasional terkait pelayanan kesehatan.

Untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan telah menunjuk Ciptadana Sekuritas Asia selaku Penjamin Emisi Efek.

Saat ini, perseroan mengelola rumah sakit Ibu dan anak Citra Ananda, RS Ibu dan anak Bunda Jakarta, RS umum Bunda Margonda, RS Umum Bunda Padang dan RS umum Bunda Jakarta.