Pesan Efek Di Pasar Perdana Wajib Lewat E-IPO Mulai Januari 2021

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemesan saham pada penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) wajib menggunakan wahana elektronik atau E-IPO mulai Januari 2021.

Hal itu sebagai amanah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 41 Tahun 2020 tentang Kegiatan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan atau Sukuk Secara Elektronik.

Namun, mulai Agustus 2020, pemesanan efek pada pasar perdana dapat dilakukan menggunakan wahana elektronik bagi calon emiten yang bersedia saja.

Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

“Sistem E-IPO rencananya akan kami perkenalkan pada HUT Pasar Modal ke 43 di bulan Agustus 2020. Sejak saat itu, roll out implementasi bisa mulai dijalankan, namun sesuai ketentuan penutup di Pasal 58 POJK 41 Tahun 2020, bahwa implementasi E-IPO akan mulai berlaku bagi penawaran umum saham 6 bulan sejak POJK berlaku. Artinya, akan mandatory di Januari 2021,” papar I Gede Nyoman Yetna.

Ditambahkan, BEI telah melakukan sosialisasi kepada Anggota Bursa (AB) pada Rabu 22 Juli 2020, dan saat ini sedang berlangsung pendaftaran pengguna bagi Anggota Bursa (AB).

“Pengujian final secara full cycle melibatkan Anggota Bursa, BAE, KPEI dan KSEI,” tandas dia.