Penurunan Nilai dan Beban Pajak Bawa ENRG Raih Laba USD53 Juta Pada Tahun 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Energi Mega Persada Tbk (IDX: ENRG) membukukan laba bersih sebesar USD53,65 juta, atau naik 92 persen dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar USD28,003 juta.

Padahal, penjualan tercatat turun 3 persen menjadi USD324,88 juta dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar USD334,34 juta.

Mengacu pada laporan keuangan emiten minyak dan gas grup Bakrie ini pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/4/2021) bahwa terdapat penurunan beban nilai sebesar 97,11 persen menjadi USD1,796 juta dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar USD59,07 juta.

Menariknya lagi, perseroan mengalami penurunan beban pajak sebesar 21,87 persen menjadi USD50,16 juta dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar USD64,04 juta.

Lebih lanjut, dalam siaran pers emiten grup Bakrie itu juga disampaikan, bahwa perseroan berhasil meningkatkan produksi minyak dan gas di tahun 2020.

Blok Malacca Strait memberikan kontribusi terhadap sebagian besar produksi minyak Perseroan. Sementara itu, blok Bentu dan Kangean masih mendominasi produksi gas Perseroan.

Ditambahkan, di tahun 2020, perseroan telah menyelesaikan pengeboran di 5 sumur pengembangan pada blok Malacca Strait. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak dari blok tersebut.

Perseroan juga telah melakukan reaktivasi satu sumur di lapangan gas Arbei, blok Gebang pada periode yang sama. Hal ini dilakukan untuk memulai kembali produksi gas dari lapangan tersebut.

Selanjutnya, Perseroan juga telah menyelesaikan pengeboran di satu sumur eksplorasi dan saat ini dalam proses pengeboran 1 sumur appraisal di blok gas Buzi EPCC (Mozambik, Afrika).