Kewajiban Lebih Besar Dari Aset Lancar, Kelangsungan Usaha ENRG Dipertanyakan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Energi Mega Persada Tbk (IDX: ENRG) mencatakan kewajiban jangka pendek USD414,08 juta pada akhir September 2020, sedangkan aset lancar hanya tercatat USD133,7 juta.

Berdasarkan laporan audit Akuntan Publik Tjiendradjaja Yamin atas laporan keuangan akhir September 2020 emiten energi grup Bakrie itu, bahwa hal itu menjadi indikasi adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan untuk mempertahankan kelangsungan usaha.

Padahal, perseroan dalam laporan keuangan yang diumumkan pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/12/2020) telah menjelaskan dalam laporan keuangan tentang rencana untuk mempertahankan kelangsungan usaha, seperti mengusahakan pembiayaan kembali, mengembangkan unit usaha yang layak komersial, melanjutkan pengambilalihan aset-aset baru, dan ekspansi kegiatan kelompok usaha ke sektor minyak dan gas Midstream dan Downstream melalui akuisisi proyek yang telah dikembangkan maupun proyek yang akan dikembangkan dengan rekan strategis.

Pada sisi lain, ENRG mencatatkan laba bersih USD42,032 juta atau melonjak 254 persen dibanding akhir September 2019 sebesar USD11,88 juta.

Hal itu ditopang dengan peningkatan pendapatan sebesar 25 persen menjadi USD239,04 juta, dari USD191,99 juta pada akhir September 2019.