Dari 28 Perusahaan BUMN, Erick Thohir Sebut 6 Perusahaan Miliki IPO Tak Maksimal

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan, sedikitnya ada enam perusahaan pelat merah yang memiliki performa saham yang tidak begitu memuaskan.

Dari total 28 perusahaan, kata Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (2/12), setidaknya 6 perusahaan masih dibawah maksimal.

"Ada isu-isu yang kami pelajari bahwa ini kan kita tahu ada 28 BUMN sudah go public tapi yang enam tidak maksimal, kita juga tidak mau meng-IPO-kan BUMN yang tidak maksimal," kata Erick.

Kekhawatiran yang sama, terjadi saat ini dengan akan melantainya saham PT Adhi Commuter Properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu dekat.

Pasalnya, saat ini saham ini tengah menunggu didapatnya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum saham ini melakukan penawaran umum kepada calon investornya.

Untuk diketahui, rencana IPO ini sudah ditetapkan sejak 2018 silam, sebelum Erick menjabat sebagai Menteri BUMN. Sehingga saat ini hanya bisa dipantau hasilnya.

"Kami terus pantau, karena ini kebijakan 2018 tetapi kita terus terang saja kita cukup concern dengan IPO ini. Karena ini tidak seperti, mohon maaf, yang seperti dikawal ke kita bahwa ini impact-nya besar," imbuh Erick.

Sebagai informasi, perusahaan pengembang properti anak usaha PT Adhi Karya Tbk (IDX: ADHI) ini berencana IPO dengan jumlah saham yang akan ditawarkan sebanyak-banyaknya 8.011.204.500 atau setara dengan 28,6% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan setelah penawaran umum.

Mengacu pada prospektusnya, saham ini ditawarkan dengan kisaran harga Rp 130-Rp 200 per saham.

Dengan demikian, perusahaan akan mendapatkan dana segar dari penawaran saham ini senilai Rp 1,04 triliun hingga Rp 1,60 triliun.

Sementara dalam IPO ini, perusahaan menunjuk penjamin pelaksana emisi antara lain PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Sucor Sekuritas.

Saat ini, perusahaan masih melakukan proses book building yang akan selesai pada 3 Desember nanti.

Proses book building ini memakan waktu lebih panjang dibanding IPO biasanya, sebab telah berlangsung sejak 12 November 2021 lalu.

Perusahaan menargetkan bisa memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 Desember 2021 dan melakukan penawaran umum pada 14-20 Desember 2021. Ditargetkan pencatatan saham bisa dilakukan pada 22 Desember 2021 nanti.