Menteri KKP Dorong Manokwari Jadi Model Kampung Nelayan Sehat

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Kabupaten Manokwari di Provinsi Papua Barat, menjadi salah satu model percontohan kampung nelayan sehat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau lokasi pengungsian nelayan yang terdampak kebakaran di permukiman perumahan Kompleks Borobudur, Kelurahan Padarni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (14/10).

"Saya ingin kedepannya daerah ini menjadi model kampung nelayan sehat," ujar Trenggono seperti dilansir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/10).

Didampingi langsung oleh Bupati Manokwari Hermus Indou, Menteri Trenggono memberikan bantuan berupa sembako kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan yang mengalami musibah kebakaran pada September lalu.

KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap menyiapkan sebanyak 1.000 paket sembako untuk dibagikan.

"Semoga semua sehat-sehat, tetap semangat," ucap Trenggono.  

Lebih lanjut Menteri Trenggono juga menerangkan, bahwa rencana pembentukan model kampung nelayan sehat ini akan disampaikan langsung kepada Wakil Presiden, Ma'ruf Amin pada rapat koordinasi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di Kantor Gubernur Papua Barat.  

"Saya akan bawa pembahasan ini di tingkat kementerian dahulu, ke depan diharapkan kita bisa perbaiki segera, sarana dan fasilitas disini, dan hal ini akan saya bawa saat rakor dengan Pak Wapres, agar tidak terlalu lama ini akan menjadi kampung nelayan yang baik, sehat," ungkap Trenggono.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan, terdapat sekitar 800 kepala keluarga yang terdampak kebakaran pada 4 RT di wilayah tersebut dan tidak ada korban jiwa.

"Permukiman ini termasuk kampung nelayan yang berlokasi di pesisir pantai di Teluk Sawaibu," ujar Hermus.

Pada saat kejadian, sambung Hermus, sebagian besar kepala keluarga yang bekerja sebagai nelayan sedang melaut.

Hermus menyebut, tidak ada kapal nelayan yang ikut terbakar, namun sejumlah peralatan pendukung penangkapan ikan seperti jaring dan GPS yang berada di rumah habis dilalap api.

"Hasil identifikasi lapangan, didapatkan sejumlah kebutuhan nelayan untuk melaut pasca kejadian kebakaran, meliputi peralatan GPS, kebutuhan air bersih dan modal usaha untuk perbekalan nelayan melaut," ungkap Hermus.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, sebagian besar nelayan di wilayah tersebut menggunakan kapal berukuran dibawah 5 GT dengan alat tangkap pancing ulur (handline).

Target hasil tangkapan adalah ikan tuna dari daerah penangkapan ikan di WPP 717 (Samudera Pasifik).

Dalam kunjungan tersebut, hadir juga Pangdam 18 Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa dan Kapolda Irjen Pol. Tornagogo Sihombing.