Masa Covid-19, Pangsa Pasar Mirae Asset Sekuritas Tumbuh Dua Kali Lipat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 227,13 triliun per Jumat pekan lalu, 25 September 2020, yang didukung kebangkitan investor ritel dalam negeri.

Data juga menunjukan, Mirae Asset Sekuritas sudah melampaui nilai transaksi sepanjang 2019, yaitu sebesar Rp 207,7 triliun pada 10 September lalu.

Per 25 September, pangsa pasar nilai transaksi Mirae Asset Sekuritas sudah mencapai 7,98 persen, hampir dua kali lipat dari pangsa pasarnya tahun lalu, yang sebesar 4,64 persen.

President Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tae Yong Shim mengatakan, minat investor ritel berinvestasi di pasar saham semakin meningkat.

Kalau dulunya investor ritel berinvestasi dari pasar saham karena ikut-ikutan teman saja, saat ini investor ritel sudah semakin pintar dalam berinvestasi saham.

Menurut dia, investor telah menggunakan analisa teknikal, fundamental, dan bahkan ada juga yang lebih berpikir jauh ke depan (futurist).

Seiring berjalannya waktu, jumlah investor dan nilai transaksi saham di segmen ritel pun semakin meningkat.

Puncaknya, investor ritel menjadi semakin dominan di industri pasar saham Indonesia ketika terjadinya pandemi Covid-19.

“Saat ini pangsa pasar kami dari sisi total nilai transaksi investor (transaction value) terhadap total nilai transaksi seluruh investor di Indonesia adalah 7,98 persen. Kami yakin nilai transaksi akan terus meningkat seiring kenaikan jumlah investor kami, yang dalam waktu dekat akan menembus angka 200.000 investor,” ujar Tae Yong Shim, dalam rilisnya hari ini, Senin (28/9/2020).

Jelasnya, frekuensi transaksi dan volume Mirae Asset Sekuritas tercatat sudah 4,07 miliar lot saham yang ditransaksikan melalui 33,55 juta transaksi.

Sehingga, transaksi saham Mirae Asset Sekuritas berada di urutan pertama, baik dari sisi nilai transaksi, volume, dan frekuensi dari total 105 sekuritas anggota bursa (AB). 

Lebih lanjut Tae Yong Shim menilai, faktor pertama yang menentukan pencapaian perusahaan saat ini adalah inovasi yang terus dilakukan oleh Mirae Asset Sekuritas sehingga terus dipercaya oleh investor ritel di Indonesia.

Untuk itu, atas nama Mirae Asset Sekuritas, Tae Yong Shim berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh investor ritel di Indonesia.

Dia juga mengatakan, bahwa sekuritas yang dia pimpin berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan layanan perusahaan agar dapat memberikan layanan terbaik kepada seluruh investor.

Beberapa inovasi Mirae Asset Sekuritas yang sudah berjalan tahun ini di antaranya adalah kompetisi trading yang diberi nama HOTS Championship dan telah diikuti oleh puluhan ribu investor.

Pesan penting dari kompetisi ini adalah; para peserta terbaik bersedia portolio dan transaksi hariannya dapat diakses oleh seluruh investor sehingga dapat memberikan insight kepada seluruh investor untuk mengikuti strategi trading dari peserta terbaik tersebut.

Selain itu, ada juga event edukatif dan kreatif yang diberi nama 'Up or Down Survival', di mana peserta diminta untuk menganalisa dan menentukan suatu saham pada hari tersebut harganya akan naik atau turun berdasarkan pendekatan teknikal dan fundamental-nya.

Kebetulan, UP or Down Survival Season 2 dibuka pendaftarannya mulai hari ini, Senin, 28 September 2020 sampai 11 Oktober 2020, dan dapat diakses melalui website event.miraeasset.co.id/web/event.

Inovasi lain yang dilakukan perusahaan adalah; terus meningkatkan kualitas risetnya dengan mengubah format riset menjadi lebih mudah dipahami melalui konsep kartun, video, dan Youtube.

Aplikasi transaksi saham perusahaan yaitu HOTS dan Neo HOTS juga terus ditingkatkan, yang juga didukung program edukasi investor yang selalu diadakan secara berkala oleh kantor-kantor perwakilan perusahaan di seluruh Indonesia.

Selain itu, dia menilai, faktor kedua yang memberikan dampak kepada perusahaan hingga dapat meningkatkan nilai transaksi investornya adalah semakin dewasanya investor ritel Indonesia dalam berinvestasi di pasar modal.

Faktor ketiga atau terakhir adalah; pandemi Covid-19, meskipun Tae Yong Shim sangat prihatin dan berharap agar pandemi ini dapat segera berlalu.

Saat ini, tuturnya, banyak masyarakat yang harus tetap di rumah dan bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Hal ini tentu membuat masyarakat lebih banyak memiliki waktu luang, namun di sisi lain ingin tetap produktif. Investasi di pasar saham adalah salah satu opsi yang bisa dilakukan.