Dukung Industri Sawit Nasional, Kemendag Bentuk Tim Khusus Untuk Kampanye Positif Sawit

Foto : istimewa

Pasardana.id - Sebagai upaya mendukung industri sawit nasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mendorong penangkalan dengan melakukan kampanye negatif terhadap sawit Indonesia di dunia internasional.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara stakeholder sawit Indonesia di tengah berbagai macam serangan khususnya dari Uni Eropa. Dia memprediksi, serangan itu akan makin sistematis dengan menyasar semua aspek.

"Saat ini, serangan mulai menyasar aspek yang lebih pribadi yaitu, aspek Kesehatan. Kampanye negatif yang dimunculkan adalah produk sawit menyebabkan berbagai macam penyakit. Meskipun saat ini belum ada larangan medis terhadap produk sawit, tetapi kampanye kencang terhadap hal itu sudah lama dirasakan," katanya, Kamis (6/8/2020).

Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi pengusaha sawit secara virtual, Rabu (5/8).

Dalam acara itu, hadir sejumlah pejabat lintas kementerian untuk membahas tantangan industri sawit di masa depan.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menghendaki implementasi yang lebih konkret. Menurutnya, perlu ada sebuah tim khusus yang melibatkan pemerintah dan pengusaha untuk isu-isu sawit.

“Kita sudah lama tahu masalahnya ada di mana. Yang kita perlukan sekarang adalah solusi konkret. Kita ingin yang implementatif dan terarah. Mari bentuk satu tim khusus dimana kita bisa bicara dan merencanakan apa yang harus kita lakukan dan bagaimana melakukannya," katanya.

Tim itu rencananya akan diinisiasi oleh Kemendag yang merupakan leading sector dalam diplomasi perdagangan internasional. Wamendag menekankan pentingnya kerja sama untuk mendukung antara diplomasi dan kampanye positif sawit.

“Jadi keduanya tidak terpisahkan. Diplomasi tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan tanpa ada argumen yang kuat. Nah, argumen itu harus kita bangun melalui kampanye wacana baik secara akademis, medis, sosiologis dan lain-lain. Intinya kita harus punya argumen dan kontra wacana yang baik agar bisa berdiplomasi secara efektif," tuturnya.

Wamendag mengatakan, pemerintah ingin agar industri kelapa sawit makin ramah lingkungan dan makin menyejahterakan rakyat. Oleh sebab itu, tata kelola bersama dengan kementerian lain seperti Kementan dan KLHK perlu terus diperbaiki.

"Kita juga harus melihat dari perspektif ekonomi politik bahwa isu sawit bukan semata-mata soal ekologi dan sosiologi tetapi tentu berkaitan kepentingan ekonomi dan politik, karena itu solusi untuk keduanya berjalan beriringan,” ucapnya.

Wamendag memastikan pemerintah mendukung keinginan pengusaha dan kesejahteraan masyarakat. Dia juga berharap pengusaha bisa mendukung pemerintah.