Dampak Larangan Mudik, Menhub Sebut Jumlah Penumpang Turun Drastis

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah penumpang moda angkutan umum turun drastis selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2020 dibandingkan tahun 2019.

Bahkan jumlah penurunannya mencapai 98,52 persen.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, jumlah penumpang angkutan umum selama H-7 sampai H+7, 1 April hingga 7 Juni sebanyak 1,8 juta. Setelah larangan, menurun 91 persen menjadi 121.000 penumpang,

"Jika dibandingkan dengan 2019, secara umum ada penurunan jumlah penumpang yang secara signifikan pada masa H-7 smapai H+7," ungkapnya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (1/6/2020).

Namun, lanjut Budi, setelah ada pelonggaran mudik, penumpang angkutan umum kembali meningkat. Tetapi, jumlah penumpang tersebut masih di bawah rata-rata.

"Pemberlakukan SE 4 gugus tugas diperbolehkan orang dengan pengecualian kembali naik 450.000 penumpang, masih di bawah jauh jumlah penumpang sebelum ada kebijakan larangan mudik," jelas dia.

Dalam hal ini, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini mengaku kebijakan pengetatan mudik di masa pandemi belum maksimal.

Budi pun berjanji memperbaiki pengendalian transportasi saat masa pandemi ini.

"Pengendalian transportasi di tengah pandemi, masih terdapat sejumlah kekurangan, perencanaan kebijakan dan implementasu di lapangan. Dapat dijadikan lesson learned, dikembangkan lagi. Kita harus tetap siap dan sigap dalam segala kemungkinan aspek lalu lintas kajian teknologi, titik yang perlu di evaluasi, kuncinya dinergi, kolaborasi semua pihak terjamin dengan baik," pungkas dia.