Kementerian ESDM Minta Pengusaha Tambang Jangan Kurangi Karyawan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu-bara Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Sujatmiko mengimbau agar perusahaan di sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) tidak melakukan pengurangan jumlah karyawan di tengah pandemi covid-19.

Dia mengaku memahami, bahwa pandemi Covid-19 telah berimbas pada kondisi perusahaan, termasuk karyawan.

Disampaikan Sujatmiko, jika masa pandemi telah usai, karyawan bisa dipanggil kembali atau memberi strategi pengurangan lin namun bukan pemutusan hubungan kerja.

"Kita imbau ke pengusaha tambang tidak PHK karyawan," kata Sujatmiko dalam webinar, Jakarta, Seasa (30/6/2020) kemarin.

Karena itu, perusahaan diminta meredam kekhawatiran karyawan agar dapat kembali produktif saat memasuki tatanan normal baru.

Selain itu, perusahaan diharuskan menjalankan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan demi menekan penyebaran covid-19.

"Kalau ada 1-2 karyawan yang positif,impact-nya akan panjang. Maka kita tekankan agar kita pantau kesehatan karyawan, vendor dijamin termasuk keluarganya," jelas Sujatmiko.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, mencatat tren produksi batubara tahun 2020 hingga bulan Mei mencapai 228 juta ton. Sementara realisasi penggunaan batubara untuk kepentingan domestik (Domestik Market Obligation/DMO) mencapai 53,55 juta ton.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, masih sesuai dengan target dan diproyeksikan akan mampu memenuhi target produksi nasional tahun 2020 sebesar 550 juta ton.

"Realisasi produksi batubara hingga 31 Mei kemarin masih sesuai dengan target produksi batubara nasional tahun 2020, dimana mencapai 42 persen dari rencana yang ditetapkan. Proyeksi produksi batubara sampai Desember 2020 juga diperkirakan dapat mencapai target 550 juta ton," ujarnya.

Sedangkan realisasi ekspor batubara hingga Mei 2020 mencapai175,15 juta ton, setara dengan 7,77 miliar dolar AS. Prognasa volume ekspor tahun 2020 dipatok sebesar 435 juta ton.

Sementara itu, tren harga batu bara mengalami penurunan sejak adanya pandemi covid-19. Di awal tahun harga batu bara acuan (HBA) sebesar USD65,93 per ton dan meningkat ke USD66,89 per ton di Februari.

Di Maret turun ke USD66,27 per ton, kemudian turun lagi ke USD65,77 per ton di April. Penurunan masih berlanjut ke Mei sebesar USD61,11 per ton dan Juni di level USD52,98 per ton.