Pandemi Covid-19 Ancam Keberlangsungkan Bisnis Baja

Foto : istimewa

Pasardana.id - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada kuartal I tahun 2020 berhasil meraih kinerja positif.

Hal ini berkat adanya inisiatif tranformasi bisnis dan restrukturisasi keuangan.

Namun, pandemi yang menghantam perekonomian nasional membuat permintaan industri baja mengalami penurunan hingga 50 persen. 

"Menurunnya permintaan pasar mengakibatkan rendahnya utilisasi industri. Hal ini berdampak kepada tergerusnya modal kerja dari pelaku industri karena harus menanggung beban selama 3 bulan terakhir untuk mempertahankan pabrik tetap beroperasi," jelas Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Di sisi lain, keterbatasan modal kerja menyebabkan sulitnya pelaku industri untuk membeli bahan baku. Jika kondisi ini terus berlarut, besar kemungkinan industri hilir dan industri pengguna baja akan menutup pabriknya secara permanen.

"Keadaan ini sangat berisiko bagi perekonomian nasional karena untuk menghidupkan kembali sektor industri memerlukan waktu dan biaya yang besar dan effort yang tidak sedikit," papar Silmy.

Lebih lanjut, Silmy juga bilang bahwa industri baja merupakan induk dari industri yang memiliki multiplier effect yang sangat besar khususnya dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan, pengurangan ketergantungan terhadap impor, dan peningkatan daya saing industri nasional.

"Krakatau Steel sebagai BUMN dengan dukungan pendanaan Pemerintah berinisiatif untuk menggerakkan kembali industri hilir dan industri pengguna baja agar tetap beroperasi," sambungnya.

Industri hilir yang terdampak di antaranya industri konstruksi, baja lapis (BjLS), baja lapis alumunium seng (BjLAS) dan baja lapis timah.

Sedangkan, industri pengguna baja seperti minyak dan gas, otomotif, elektronik, pertanian, fabrikator, industri makanan-minuman, dan perkakas.

Dengan inisiatif tersebut, diharapkan rantai pasok industri hulu, antara, sampai hilir dapat segera normal kembali, yang pada akhirnya akan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Dalam rangka persiapan untuk merealisasikan rencana tersebut, Krakatau Steel telah menyiapkan langkah-langkah aksi yang diharapkan dapat langsung menggerakkan industri hilir dan industri pengguna baja.

"Mekanisme pemberian dana talangan masih dibicarakan di tingkat pemerintah, kami berharap mendapatkan mekanisme yang terbaik untuk dapat segera mendukung pemulihan ekonomi nasional," pungkas Silmy.