Untung Selisih Nilai Tukar, MYOR Raup Laba Rp931 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id PT Mayora Indah Tbk (MYOR) pada akhir kuartal I tahun 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp931,39 miliar atau naik 99,7% dibandingkan kuartal I 2019, yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp466,36 miliar.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tanpa audit emiten produsen makanan dan minuman kemasan itu, yang dimuat pada laman Bursa Efek Indonesia, Selasa (12/5/3020).

Padahal, dalam laporan keuangan tersebut tertera penjualan di kuartal I tahun 2020 sebesar Rp5,37 triliun atau turun 10,64% dibanding akhir Maret 2019 yang tercatat sebesar Rp6,01 triliun.

Tapi, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp3,722 triliun atau turun 12,7% dibanding kuartal I 2019, yang tercatat sebesar Rp4,264 triliun.  

Hanya saja, perseroan pada tiga bulan pertama tahun 2020 mencatatkan keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sebesar Rp650 miliar, sedangkan periode yang sama tahun lalu, mengalami rugi Rp61 miliar.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat Rp10,84 triliun atau naik 9,6% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp9,89 triliun.

Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp8,62 triliun atau mengalami penyusutan 5,58% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp9,13 triliun.  

Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp19,47 triliun atau naik 2,3% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai Rp19,03 triliun.

Patut diperhatikan, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp1,47 triliun atau naik 97,18% dibandingkan kuartal I 2019, yang tercatat sebesar Rp746,56 miliar.