Kemensos Cairkan Dana Bansos Rp7 Triliun Untuk Antisipasi Dampak Virus Corona

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

Salah satunya, dengan mencairkan anggaran dari Kementerian Keuangan senilai Rp 7,014 triliun.

Menteri Sosial, Juliari P Batubara mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah untuk mempercepat pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahap II.

Proses pencairan semestinya dijadwalkan pada April 2020, namun diajukan lebih cepat menjadi Maret 2020.

"Setiap tahun, bantuan PKH diberikan empat tahap. Kalau sesuai jadwal disalurkan bulan Januari, April, Juli, Oktober. Khusus tahap kedua ini, diajukan dari bulan April menjadi bulan Maret 2020," jelas dia, dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2020).

Dengan dilakukannya pencairan dana PKH, Juliari berharap dapat menjaga daya beli KPM PKH dan dimanfaatkan dengan baik oleh KPM untuk meningkatkan gizi anak sehingga mereka dapat terhindar dari penyebaran virus corona.

"Jika gizi KPM terjaga maka kecil kemungkinan mereka akan mudah terserang penyakit termasuk covid-19. Dari laporan yang saya terima banyak KPM yang telah mencairkan dana mereka di sejumlah daerah," ungkap Mensos.

Kemensos mencatat, KPM yang telah mencairkan bantuan PKH pada tahap II seperti Kalimantan Selatan, Lampung (Kabupaten Lampung Timur, Pesawaran), Bengkulu, Nusa Tenggara Timur, Banten (Pandeglang, Serang dan Kabupaten Lebak), Jawa Tengah, Maluku dan Maluku Utara, Sulawesi Tengah dan Sumatera Selatan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemsos, Pepen Nazaruddin menjelaskan, besaran bantuan yang disalurkan pemerintah pada tahap II jumlahnya lebih dari Rp 7 triliun.

"Sampai tanggal 10 Maret 2020 kemarin, yang diajukan dan telah cair dari Kementerian Keuangan senilai Rp 7.01 triliun untuk 9.214.185 KPM," ujar Pepen.

Pepen mengimbau, agar KPM PKH tidak panik dengan kondisi yang berkembang belakangan ini.

"Kita harapkan tidak ada gejolak harga makanan yang terjadi, untuk itu KPM diminta tidak perlu panik dengan isu mengenai virus corona karena pemerintah telah berupaya untuk meminimalisirnya," tandas Pepen.