Kapal SOCI Hampir Tenggelam di Perairan Maluku

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  Rentetan kecelakaan yang dialami PT Soechi Lines Tbk (SOCI) kian panjang.

Terakhir, kapal tanker MT Andriana XX milik emiten pelayaran itu nyaris tenggelam, setelah kamar mesinnya dipenuhi air hingga tingkat dua.

Kapal bermuatan BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Cerosine sebanyak 402.659 liter dan Bio Solar sebanyak 305.578 liter itu, hendak menuju Sanana, Maluku Utara.

Tapi, saat berada di perairan utara Pulau Buru, Maluku, kapal tanker itu mengalami mati mesin hingga ruang mesin kemasukan air yang merendam hingga lantai dua.

Kepala Basarnas Ambon, Muslimin mengatakan, kapal mengalami kebocoran karena kerusakan pada seachest pump room. Akibatnya, air masuk di kamar mesin, sehingga tidak dapat dioperasikan.

"Kapal saat ini dalam kondisi black out serta kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan," kata Muslimin kepada wartawan pada seminggu lalu.

Berdasarkan penelusuran Pasardana.id, emiten tersebut kerap bermasalah. Dari tabrakan, pencurian minyak, terbakar hingga menumpahkan minyak.

Rinciannya;

10 Januari 2019 – Solar tumpah dari kapal Golden Pearl XIV di perairan Parepare. Kapal berukuran 6.715 DWT yang disewa Pertamina ini mengalami bocor dan menumpahkan solar di perairan Parepare.

29 November 2017 – SC Warrior L terbakar di China.
Kapal Aframax SC Warrior L milik Soechi yang disewa Pertamina mengalami kebakaran di Guang Zhou, China. Peristiwa itu mengakibatkan 4 awak kapal luka parah dan 11 lainnya luka.

21 Desember 2015 – Alisa XVII mogok dan kandas di Pacitan.
Alisa XVII yang disewa Pertamina terdampar di perairan Pacitan karena mengalami mati mesin. "Kapal itu sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Cilacap dan mengalami mati mesin sehingga terdampar di sini," terang Kanit Satpolair Pacitan, Bripka Indro Wibowo.

26 April 2015 – Soechi Chemical I terhempas dan hampir menabrak Hotel di Selat Sunda.
Kapal Soechi Chemical I yang disewa Pertamina kandas di perairan Merak, Provinsi Banten dan hampir menabrak Hotel Merak Beach. Bahkan diketahui jarak antara mobil hotel dan kapal kandas hanya sekitar 10 meter. Setelah kandas, kapal tersangkut di permukaan karang di sekitar pantai hotel.

10 Februari 2015 - Arenza XXVII ditahan di Singapura.
Very Large Crude Carrier (VLCC) Arenza XXVII milik Soechi yang disewa Pertamina di tahan di perairan Singapura karena tidak membayar hutang senilai 1,7 juta dolar Singapura terkait pembelian BBM antara kapal perseroan dengan perusahaan penjual BBM Sentek Marine & Trading Pte. Ltd.

28 Januari 2014 – MT Soechi Chemical VII menabrak KMP Jatra III
Soechi Chemical VII yang disewa Pertamina mengalami kecelakaan di Selat Sunda dimana terjadi tabrakan antara Soechi Chemical VII dan KMP Jatra III.

27 Agustus 2012 – Soechi Lesmana terbakar di 2 Orang Tewas 2 Kritis
MT Soechi Lesmana yang disewa Pertamina meledak dan terbakar. Akibat ledakan tersebut, dua orang, Irwan dan Boas Fernando tewas setelah mengalami luka bakar. Kapal MT Soechi Lesmana sedang membawa 6.000 ton solar dan premium. Kapal terbakar di perairan Mamuju saat bertolak dari Pelabuhan Parepare, menuju Pelabuhan Donggala. Pada tanggal 31 Agustus 2012, kapal ditemukan terdampar di perairan Orobatu, 10 mil arah barat Kota Mamuju.

3 Desember 2012 – Penyelundupan BBM Soechi Anindya
Kapal Soechi bernama MT Soechi Anindya yang dikontrak Pertamina membawa minyak dari Terminal Pertamina di Pulau Sambu, menuju Belawan. Dalam perjalanan, kapal berbelok arah ke perairan Malaysia. Di kawasan perbatasan, 300 ton muatan BBM secara illegal dipompa keluar dari kargo MT Soechi Anindya ke kapal MT Fulfill. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepulauan Riau Ahmad Rofiq mengungkapkan, “ABK (MT Soechi Anindya) mengakui sudah tiga kali menyelundupkan MFO yang seharusnya untuk pembangkit listrik”. Malahan, menurut Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono, Soechi Anindya ini diduga sudah berulang kali menyelundupkan BBM.

19 Mei 2010 – Soechi XIX menabrak KM Dian No. 1 sampai tenggelam Soechi Chemical XIX tiba-tiba merubah haluan dan menabrak KM Dian No. 1 dengan kecepatan penuh yang mengakibatkan tenggelamnya KM Dian No. 1. Hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyimpulkan, “Kurangnya kecakapan pelaut dari Perwira Jaga MT. Soechi Chemical XIX, terutama dalam penerapan Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL)”, menjadi salah satu penyebab tabrakan.

13 Oktober 2010 – MT Angelia XVI ditangkap oleh kapal patrol Polri karena “kencing” minyak.
Saat ditangkap, kapal yang dinakhodai Edy Anwar bersama 20 awak tersebut sedang membawa 8,2 juta barel solar serta 15,8 juta barel premium.