Kendalikan Virus Corona, China Alokasikan Dana Sebesar US$ 10 Miliar

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah China akan mengalokasikan sedikitnya US$10 miliar untuk mengendalikan wabah virus corona dan mencari pasokan medis dari negara lain.

Bank sentral China pada hari Senin (10/2/2020) ini akan menyediakan dana pinjaman ulang pertama untuk memerangi penyakit dan menawarkan fasilitas tersebut setiap pekan kepada sejumlah bank bulan ini.

Sementara itu Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Twitter bahwa penyebaran terkait virus corona dari orang-orang yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China, dengan mengatakan, "kita mungkin hanya melihat ujung gunung es" ketika menyangkut virus.

"Deteksi sejumlah kecil kasus dapat mengindikasikan penularan yang lebih luas di negara lain," katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Tedros meminta negara-negara untuk meningkatkan upaya untuk mempersiapkan kemungkinan penyebaran virus corona.

Donatur telah berkontribusi terhadap upaya WHO untuk memerangi virus ini, namun masih jauh dari target pengumpulan dana hingga US$675 juta untuk memerangi virus ini.

Sementara itu, dikutip dari www.worldometers.info, korban jiwa akibat wabah virus corona (coronavirus) melonjak hingga melampaui 900 korban jiwa. 

Di China tercatat 904 orang hingga Senin (10/2/2020) pukull 05.22 WIB, bertambah sebanyak 93 jiwa sejak Minggu (9/2). Sumber lain menyebut angka korban saat ini berada di angka 871 jiwa.

Sementara itu, kematian di luar China terjadi di Filipina dan Hong Kong masing-masing sebanyak 1 orang. Dengan demikian, wabah virus ini telah merenggut total 906 nyawa.

Angka kematian tersebut telah melampaui jumlah korban akibat MERS yang mencapai 858 jiwa pada 2012.

Adapun jumlah yang dipastikan terinfeksi virus corona di China hingga Senin (10/2) bertambah 2.654 orang, sehingga jumlah total pengidap virus sejauh ini di negeri tersebut mencapai 39.852 orang.

Dari total 40.234 kasus virus corona di seluruh dunia hingga Senin (10/2), sebanyak 6.315 di antaranya dalam kondisi kritis.

Di sisi lain, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah menjadi 3.281 orang.