ANALIS MARKET (10/2/2020) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.680 - Rp.13.700 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, indeks futures bursa Asia kompak merah, indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini, Senin (10/2), ditambah koreksi indeks di bursa global akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.
Adapun mata uang kuat Asia, yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap US dolar, namun kemungkinan rupiah masih akan melemah.
“Secara teknikal, rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.680 - Rp.13.700 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Senin (10/2/2020).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal cadangan devisa (cadev) Januari 2020 tercatat US$131,7 miliar, naik dari posisi akhir 2019 sebesar US$129,2 miliar.
Kenaikan ini hampir menembus tertinggi sebelumnya di level US$131,9 miliar pada Januari 2018.
Kenaikan ini terbantu dengan penerbitan global bond pemerintah dalam valas dolar AS senilai 2 miliar, dan dalam valas euro senilai 1 miliar.
Posisi cadev ini membantu penguatan rupiah yang menguat sebesar 1,8% ytd.
Sementara itu, dari eksternal, Investor global kembali kawatirkan wabah virus korona ketika jumlah yang meninggal saat ini telah mencapai 813, melebih korban meninggal pada saat SARS di tahun 2003 sebesar 774.
Pemerintah China berencana menyediakan dana senilai US$10 miliar untuk mengatasi vuris ini, yang kemungkinan akan direspon positif oleh investor.

