ANALIS MARKET (16/1/2020) : Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.13.660 - Rp.13.690 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks future bursa Asia tercatat bervariasi, kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak mixed, namun cenderung naik terbantu sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam, walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini.
Adapun mata uang kuat Asia, yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah.
“Tetapi kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.660 - Rp.13.690 per USD (kurs tengah Bloomberg) memfaktorkan kesepakatan dagang AS-China,” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom dalam riset yang dirilis Kamis (16/1/2020).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal neraca perdagangan untuk Desember 2019 masih tercatat defisit US$28,2 juta.
Di sepanjang tahun 2019, neraca perdagangan tercatat defisit sebesar US$3,2 miliar, turun dibandingkan defisit di tahun 2018 yang sebesar US$8,7 miliar.
NIlai ekspor turun 6,9% yoy, sedangkan impor turun 9,5% yoy.
Turunnya impor terutama karena turunnya bahan baku/penolong. Penurunan ini menjadi salah satu faktor melambatnya perekonomian.
Sementara itu, dari factor eksternal, kesepakatan dagang AS-China ditandatangani kemarin oleh Presiden Trump dan wakil PM Liu He di Washington, DC, AS.
Presiden Trump mengatakan, China akan mengimpor senilai US$200 miliar barang-barang AS untuk dua tahun mendatang, sementara China akan mengimpor senilai US$40 miliar produk pertanian AS.
Indeks di bursa AS kompak naik semalam (15/1).

