Kelak, Emiten Dual Listing Cukup Buat Laporan Keuangan IFRS Penuh

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) tengah melakukan penterjemahan penuh International Financial Reporting Standards (IFRS) kedalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Diharapkan pekerjaan itu rampung pada kuartal I 2020.

Namun, untuk pemberlakukaan IFRS penuh dalam PSAK pada laporan keuangan entitas bisnis, masih harus menunggu lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan.

Hal itu disampaikan Anggota Dewan Pengurus Nasional IAI, Rosita Uli Sinaga di gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (4/9/2019).

“Penerapan full IFRS harus menunggu ijin dari OJK. Hanya men-translate  yang ditargetkan rampung pada kuartal I 2020,” kata dia.

Ia menambahkan, IAI akan mengusulkan kepada OJK untuk penerapan secara sukarela terlebih dahulu dan akan dimulai dari emiten-emiten yang tercatat di dua bursa atau lebih.

“Misalnya Telkom (TLKM) terlebih dahulu dan emiten-emiten lain yang diharuskan membuat laporan keuangan full IFRS oleh otoritas bursanya,” jelas dia.

Lebih lanjut dijelaskan, dengan pilihan penggunaan penyusunan laporan keuangan berdasarkan IFRS penuh maka emiten tersebut cukup membuat laporan keuangan saja.

“Kita usulkan jika dia (emiten) sudah menyusun berdasarkan IFRS maka tidak perlu lagi menyusun berdasarkan PSAK konvergensi IFRS,” jelas dia.