Social Bella Raih Pendanaan Seri D Sebesar USD 40 Juta

foto : istimewa

Pasardana.id - Social Bella Indonesia (Social Bella) yang dikenal melalui lini bisnis e-commerce kecantikannya, Sociolla, kembali mengukuhkan posisi sebagai perusahaan beauty-tech terdepan di Indonesia dengan mengumumkan pendanaan seri D sebesar USD 40 juta.

Pendanaan ini dipimpin oleh EV Growth dan Temasek bersama para investor baru lainnya yaitu EDBI, Pavilion Capital, dan Jungle Ventures.

Dengan pendanaan ini, Social Bella akan semakin memperluas jangkauan bisnis di industri kecantikan Indonesia melalui teknologi. 

Di acara media gathering di Jakarta, Senin (02/9), Co-Founder dan Presiden Social Bella, Christopher Madiam mengatakan, “Kami sangat bangga dan berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan EV Growth, Temasek, EDBI dan seluruh investor lainnya dalam mewujudkan visi Social Bella untuk memajukan industri kecantikan di Indonesia. Kami percaya bahwa jaringan bisnis EV Growth yang kuat serta pengalaman Temasek dalam berinvestasi di berbagai perusahaan di Asia akan membantu pengembangan produk dan layanan kami, sehingga Social Bella dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan industri  beauty-tech di Indonesia.”

Memulai bisnisnya sebagai salah satu e-commerce dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, kini Social Bella telah bertransformasi menjadi ekosistem kecantikan terlengkap melalui kehadiran tiga unit bisnisnya: Commerce (Sociolla), Media (SOCO dan Beauty Journal) serta Brand Development.

Ekosistem yang dimiliki Social Bella menjadi faktor kunci perusahaan dalam memenangkan kepercayaan dari para pemangku kepentingannya, sehingga menjadi satu-satunya perusahaan beauty-tech yang terintegrasi dan distributor merek kecantikan dari hulu ke hilir di Indonesia. 

Secara kumulatif, ada lebih dari 20,2 juta pengunjung yang telah bergabung dengan platform Social Bella sejak tahun 2018, baik melalui website Sociolla, platform SOCO, dan Beauty Journal.

“Dengan pendanaan ini, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak pecinta produk dan layanan kecantikan di Indonesia. Target kami adalah merangkul 100 juta pengguna (unique visitors) ke dalam ekosistem terpadu kami, yaitu SOCO, Sociolla.com dan Beauty Journal pada tahun 2021,” ungkap Christopher lebih lanjut. 

Kedepannya, jelas dia, Social Bella akan terus mengembangkan sebuah ekosistem digital yang dirancang khusus dengan tiga pilar utama, yaitu commerce, konten, dan komunitas.

“Melalui kerjasama strategis yang kami miliki dengan para investor, kami dapat terus membangun ekosistem beauty-tech yang terus berkembang pesat,” jelasnya lagi.

Dikesempatan yang sama, Co-Founder dan CEO Social Bella, John Rasjid menjelaskan bahwa pendanaan yang dikumpulkan dari seri terbaru ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia (SDM) perusahaan, utamanya yang berkaitan dengan pengembangan teknologi.

“Kami percaya bahwa teknologi merupakan salah satu kunci utama untuk mendorong pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia. Kami akan berinvestasi lebih untuk membangun aset digital kami, yaitu SOCO. Dengan memfokuskan diri pada peningkatan kualitas user experience, platform ini mengintegrasikan Sociolla dan Beauty Journal guna menjawab kebutuhan wanita Indonesia akan pengalaman berbelanja yang lebih optimal, relevan dan personal. Hal ini memungkinkan kami untuk merambah ke segmen pasar yang lebih luas, mengakselerasi bisnis kami lebih jauh serta menghadirkan pelayanan kecantikan yang lebih komprehensif,” ungkapnya. 

Adapun Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca mengungkapkan, “East Ventures telah mendukung Social Bella sejak tahun 2015 melalui pendanaan awal (seed funding). Sejak saat itu, kami melihat kesiapan dan kemampuan Social Bella dalam memimpin industri kecantikan di Indonesia. Social Bella terus melakukan inovasi demi menghadirkan produk dan pengalaman berbelanja yang berbeda. Karenanya, lewat kolaborasi strategis dengan pemain global seperti Temasek kami memutuskan untuk kembali mendukung Social Bella melalui seri pendanaan baru ini.” 

Layaknya industri di Indonesia pada umumnya, industri kecantikan dan perawatan diri berkembang dengan begitu pesat dan menarik perhatian banyak investor.

Laporan e-Conomy yang dikeluarkan Google dan Temasek menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, sektor e-commerce merupakan sektor yang tumbuh paling dinamis di Asia Tenggara dengan pertumbuhan lebih dari 4x sejak 2015.

Lebih dari itu, pasar e-commerce lokal pun tumbuh paling cepat dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, dengan kurang lebih 50% yang dibelanjakan berasal dari Indonesia,  dengan total nilai USD 12 miliar. 

Social Bella sebelumnya menutup pendanaan seri C yang dipimpin oleh EV Growth, joint venture dari East Ventures, SMDV, dan Yahoo! Japan Capital. Istyle Inc., perusahaan beauty-tech yang terdaftar secara publik di Jepang, dan UOB Ventures juga berpartisipasi dalam seri pendanaan seri C di tahun 2018.