ANALIS MARKET (14/8/2019) : Kemungkinan Rupiah Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.14.300 - Rp.14.320 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan membaik hari ini, Rabu (14/8), terlihat dari indeks futures-nya yang sebagian besar ‘hijau’ ditambah sentimen naiknya indeks di semua bursa global semalam dan harga minyak mentah juga dibuka naik pagi ini.
Adapun mata uang kuat Asia, yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini.
“Dengan kondisi ini, kemungkinan bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.300 - Rp.14.320 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Ekonom/Kepala Riset SAM dalam riset yang dirilis Rabu (14/8/2019).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal Uni Eropa (UE) yang resmi menetapkan akan mengutip bea masuk ekspor biodiesel Indonesia sebesar 20% - 25%, efektif pada 14 Agustus 2019 ini.
UE menuduh perusahaan-perusahaan biodiesel ini mendapat subsidi melalui beberapa cara.
UE memberikan waktu 15 hari bagi perusahaan-perusahaan biodiesel tersebut untuk melakukan bantahan.
Dengan BMAS ini produk biodiesel Indonesia menjadi mahal dan tidak kompetitif.
Sementara itu, pelaku pasar merespon positif keputusan pemerintah AS untuk menunda penerapan tarif 10% atas barang-barang impor China dari 1 September 2019 menjadi 15 Desember 2019 termasuk mengeluarkan beberapa jenis barang dalam daftar yang terkena tarif.
Kenaikan terjadi di pasar saham global, minyak mentah, USDolar indeks dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

