Harga SUN Diperdagangan Akhir Pekan Kemarin Alami Kenaikan, Faktor Eksternal Dominan Jadi Katalis

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan akhir pekan kemarin, Jumat, 9 Agustus 2019, mengalami kenaikan ditengah menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika akibat rilis data neraca perdagangan China.

Dalam riset yang dirilis Senin (12/8/2019), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra mengungkapkan, menguatnya harga Surat Utang Negara pada akhir pekan kemarin (09/8), lebih dipengaruhi oleh faktor ekstenal yang diikuti oleh penurunan tingkat imbal hasil global.

Meskipun dari domestik telah rilis data Neraca Pembayaran Indonesia untuk periode kuartal II tahun 2019 yang mencatatkan defisit sebesar USD1,98 miliar, namun para pelaku pasar lebih melihat kondisi perekonomian global dengan dirilisnya data perdagangan China.

Adapun data neraca perdagangan China mencatatkan kenaikan ekspor sebesar 3,3% secara tahunan, lebih besar daripada ekspektasi para pelaku pasar. Disamping itu, China juga membiarkan nilai mata uang Yuan melemah terhadap Dollar Amerika.

Hal tersebut dimaksudkan sebagai bentuk serangan balasan China terhadap tarif impor Amerika pada bulan depan.

Dengan melemahnya Yuan maka produk ekspor China akan menjadi lebih murah sehingga berpotensi meningkatkan permintaan barang-barang ekspor China.

“Kami menilai bahwa dengan membaiknya kondisi ekonomi China, maka akan menjadi katalis positif bagi perdagangan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia,” sebut I Made.

Lebih lanjut diungkapkan, perubahan tingkat imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) yang terjadi pada perdagangan Jumat (09/8) kemarin berkisar antara 1 - 14 bps dengan rata - rata mengalami penurunan sebesar 5 bps.

Imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor pendek (1-4 tahun) mengalami penurunan berkisar antara 1 - 3 bps dengan didorong oleh adanya kenaikan harga hingga sebesar 10 bps.

Sedangkan imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor menengah (5-7 tahun) mengalami penurunan sekitar 4 bps yang didorong olah adanya kenaikan harga yang berkisar antara 1 - 19 bps.

Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor panjang (di atas 7 tahun) bergerak dengan kecenderungan mengalami penurunan hingga sebesar 14 bps dengan didorong oleh adanya perubahan harga hingga 160 bps.

Secara keseluruhan, turunnya imbal hasil kemarin juga telah mendorong imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan turun sebesar 7 bps masing - masing pada tenor 5 tahun di level 6,760%, tenor 10 tahun di level 7,288%, dan tenor 15 tahun di level 7,673%. Adapun untuk tenor 20 tahun turun sebesar 8 bps di level 7,830%.

Sementara itu, dari perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dollar Amerika, pergerakan imbal hasilnya kembali ditutup dengan mengalami penurunan.

Imbal hasil dari INDO24 ditutup mengalami penurunan sebesar 0,3 bps yang berada di level 2,792% setelah mengalami kenaikan harga sebesar 7 bps.

Adapun INDO29 ditutup dengan penurunan imbal hasil sebesar 0,8 bps di level 3,060% setelah mengalami kenaikan harga sebesar 13 bps.

Adapun imbal hasil dari INDO44 dan INDO49 ditutup turun sebesar 0,7—1,3 bps masing - masing di level 4,121% dan 3,976% setelah mengalami kenaikan harga sebesar 13 bps dan 27 bps.