Imbal Hasil SUN Diperdagangan Senin Kemarin Alami Kenaikan Akibat Melemahnya Rupiah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Jelang lelang, harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari Senin, 12 Agustus 2019 kemarin, mengalami koreksi yang mendorong terjadinya kenaikan tingkat imbal hasil akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika yang ditutup pada level 14250,00 per dollar Amerika atau melemah sebesar 56,00 pts dibandingkan dengan level penutupan sebelumnya.

Dalam riset yang dirilis Selasa (13/8/2019), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra mengungkapkan, koreksi harga yang mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari Senin (12/8) kemarin, didukung oleh faktor eksternal dan internal.

Dari faktor ekstenal, para pelaku pasar khawatir terhadap memanasnya demonstrasi di Hong Kong dan adanya potensi pembatalan perundingan antara Amerika dan China terkait perang dagang.

Adapun para pelaku pasar juga menantikan data inflasi Amerika yang dirilis pada pekan ini dan akan diperkirakan mengalami kenaikan terbatas dilevel 1,7% untuk data CPI secara tahunan (YoY) dan 0,3% untuk bulanan (MoM).

Sementara itu, dari sentimen domestik, para pelaku pasar cenderung untuk menahan diri melakukan transaksi di pasar sekunder jelang diselenggarakannya lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini, Selasa (13/8).

Pemerintah akan melakukan lelang dari tujuh seri yang ditawarkan dengan target indikatif sebesar Rp15,00 triliun. Adapun pada lelang sebelumnya, pemerintah meraup dana senilai Rp21,45 triliun dari total penawaran yang masuk senilai Rp43,27 triliun.

Lebih rinci I Made menjelaskan, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari Senin, 12 Agustus 2019 kemarin, bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan setelah berdampak dari adanya penurunan harga Surat Utang Negara.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 79 bps dimana sebagian besar Surat Utang Negara mengalami kenaikan imbal hasil.

Imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor pendek (1-4 tahun) mengalami perubahan berkisar antara 1 - 7 bps dengan didorong oleh adanya  perubahan harga yang berkisar antara 1 - 22 bps.

Adapun imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor menengah (5-7 tahun) mengalami perubahan berkisar antara 1 - 79 bps dengan adanya perubahan harga yang berkisar antara 1 - 418 bps dan imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor panjang (diatas 7 tahun) yang mengalami perubahan berkisar antara 1 - 56 bps didorong oleh perubahan harga yang berkisar antara 1—582 bps. 

Secara keseluruhan, perubahan harga yang terjadi pada perdagangan kemarin mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 5 tahun sebesar 4 bps pada level 6,804%; kenaikan imbal hasil seri acuan dengan tenor 10 tahun sebesar 6 bps pada level 7,350%; kenaikan imbal hasil seri acuan tenor 15 tahun sebesar 10 bps pada level 7,770% dan kenaikan imbal hasil seri acuan dengan tenor 20 tahun sebesar 4 bps pada level 7,872%. 

Di sisi lain, pada perdagangan di hari Senin (12/8) kemarin, imbal hasil Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang asing bergerak dengan arah yang bervariasi. Imbal hasil dari INDO24 mengalami kenaikan sebesar 0,5 bps pada level 2,792%.

Adapun imbal hasil dari INDO29 ikut naik sebesar 0,7 bps pada level 3,065% dan imbal hasil dari INDO44 dan INDO49 yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,2 bps pada level 4,100% dan 2,9 bps di level 3,947%.